Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Remaja India Meninggal Usai Dioperasi Diduga karen Dotker Abal-Abal yang Belajar dari Youtube

Alifah Nurlias Tanti • Sabtu, 21 September 2024 | 18:10 WIB
Ilustrasi operasi dokter.
Ilustrasi operasi dokter.

RADARTUBAN - Saat operasi dilakukan, remaja asal India tersebut terlihat kesakitan. Awalnya, menurut keterangan keluarga korban, remaja bernama Krishna Kumar itu sempat muntah berkali-kali dan sakit perut, dikutip dari India Today, Minggu (8/9).

seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun asal India meninggal dunia usai dioperasi oleh dokter palsu.

Mirisnya, operasi tersebut dilakukan oleh seorang dokter yang diduga menggunakan tutorial atau instruksi dari YouTube saat menangani pasien.

Menurut keterangan keluarga, remaja laki-laki tersebut dibawa ke rumah sakit Ganpati di Saran yang dikelola dokter bernama Ajit Kumar Puri.

Awalnya, remaja laki-laki tersebut dibawa ke rumah sakit setelah muntah beberapa kali serta keluhan sakit perut.

Sang remaja sempat mendapat pengobatan dan berhenti muntah. Namun dokter Ajit Kumar Puri tersebut mengatakan bahwa ia perlu dioperasi dengan klaim kebutuhan mendesak untuk menghilangkan batu empedu.

Pihak keluarga juga mengklaim bahwa sang dokter melakukan operasi tanpa persetujuan mereka, Beauties.

“Dokter Ajit Kumar Puri mengatakan ia perlu dioperasi. Ia melakukan operasi dengan menonton video di YouTube. Anak saya kemudian meninggal,” ujar anggota keluarga.

Kondisi remaja laki-laki tersebut memburuk di ruang operasi hingga berhenti bernapas, kemudian berhasil bernapas kembali setelah pemberian CPR.

Dokter kemudian memanggil ambulans, menyarankan keluarga remaja laki-laki tersebut untuk membawa anak mereka ke Patna untuk perawatan lebih lanjut.

Dokter dan asistennya menemani pasien namun melarikan diri saat pasien meninggal dunia dalam perjalanan.

"Mereka meninggalkan jenazahnya di tangga rumah sakit dan melarikan diri," kata pihak keluarga.

Melansir dari The New Indian Express, pengaduan telah diajukan terhadap dokter dan staf Ganpati Seva Sadan di Polsek Marhaura.

Pihak kepolisian pun meyakinkan bahwa penyelidikan yang tepat akan dilakukan untuk kasus tersebut.

Sementara itu, dokter dan staf di rumah sakit Ganpati Seva Sadan saat ini diketahui melarikan diri.

Bahkan, pihak keluarga mengeklaim, dokter palsu itu mulai melakukan operasi terhadap Krishna tanpa sepengetahuan atau persetujuan mereka.

Puri juga meminta ayah Kumar pergi dengan alasan ada suatu keperluan ketika ingin menjalankan aksinya.


“Anak laki-laki itu kesakitan. Ketika kami bertanya kepada dokter mengapa dia kesakitan, dia membentak kami dan bertanya apakah kami dokter,” ujar Kakek Kumar.

Padahal, sebelum operasi, kondisi remaja tersebut sudah membaik. Namun, Puri tetap memaksa untuk melakukan operasi.

Setelah operasi, Kumar berhenti bernapas dan sempat dilakukan prosedur CPR agar jantungnya berdetak kembali.

“Mereka melakukan CPR dan membawanya ke Patna. Krishna meninggal dalam perjalanan,” kata sang kakek.

Mengetahui hal itu, dokter dan stafnya meninggalkan korban di tangga rumah sakit, kemudian melarikan diri.

Puri dilaporkan atas tuduhan melakukan kelalaian, malpraktik, dan beroperaasi tanpa kualifikasi atau pengalaman yang tepat.

Keluarga Kumar menegaskan bahwa tindakan Puri secara langsung menyebabkan kematian dini remaja itu. Kini, Puri sedang dalam pengejaran pihak berwenang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#india #operasi #Krishna Kumar #dokter abal-abal #dokter palsu