RADARTUBAN - Quito, Ibu kota Ekuador saat ini mengumumkan keadaan darurat.
Sekitar 2 ribuhektar hutan dilanda kebakaran yang membuat sebagian kota tertutup asap tebal dan abu, sejak Rabu (25/9).
Atas kejadian ini enam orang dinyatakan terluka, dan lebih dari 100 keluarga harus di evakuasi.
Otoritas Ekuador setempat telah mengonfirmasi bahwa kejadian terbakarnya hutan tersebut di akibatkan oleh ulah manusia.
Hal ini di buktikan dengan temuan polisi berupa dua tong yang berisikan bahan mudah terbakar, berada di dekat area titik awal terjadinya kebakaran.
Otoritas Ekuador juga mengatakan bahwa kebakaran tidak dapat pada dalam hitungan jam, kebakaran mungkin saja akan terus berlangsung hingga beberapa jam kedepan.
Dilansir dari beberapa media massa, Daniel Noboa presiden Ekuador mengatakan bahwa saat ini, Ibu Kota tersebut sedang mengalami situasi iklim yang paling buruk dalam beberapa dekade terakhir.
Sebab hal tersebut juga memengaruhi berjalannya kegiatan sekolah yang harus dihentikan serta pegawai pemerintah yang harus bekerja secara jarak jauh.
Dampak yang paling signifikan dari kejadian ini adalah kualitas udara yang menjadi buruk, suhu panas, dan terjadi kekeringan terburuk. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama