RADARTUBAN - China meningkatkan program beasiswa dan bantuan keuangan bagi mahasiswa sebagai bagian dari kebijakan baru yang diumumkan oleh Kementerian Keuangan pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Kuota beasiswa tahunan akan digandakan menjadi 120.000 untuk mahasiswa sarjana, 70.000 untuk mahasiswa pascasarjana, dan 20.000 untuk program doktoral, menurut pernyataan Wakil Menteri Keuangan Guo Tingting. Selain itu, batas pinjaman mahasiswa akan dinaikkan untuk mendukung kebutuhan pendidikan yang semakin meningkat.
Langkah ini diambil di tengah lonjakan pengangguran di kalangan pemuda, yang mencapai titik tertinggi tahun ini pada Agustus.
Dengan ketidakpastian ekonomi yang masih berlanjut, banyak mahasiswa memutuskan untuk tetap berkuliah atau melanjutkan pendidikan lebih tinggi.
Beberapa universitas di China bahkan memperpanjang durasi program pascasarjana guna mengurangi tekanan pada pasar kerja.
Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah lulusan baru yang kesulitan mencari pekerjaan dalam situasi ekonomi yang menantang.
Selain peningkatan kuota, nilai beasiswa tahunan juga akan dinaikkan dari 8.000 yuan menjadi 10.000 yuan (sekitar Rp21,8 juta) per mahasiswa sarjana, seperti yang diungkapkan oleh Guo.
Tahun lalu, China mengalokasikan anggaran sebesar 93,2 miliar yuan untuk mendukung lebih dari 30 juta mahasiswa.
Dari jumlah tersebut, 70 miliar yuan dicairkan dalam bentuk pinjaman mahasiswa melalui bank-bank komersial, menurut data Kementerian Keuangan.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya China untuk memitigasi tekanan di sektor tenaga kerja sekaligus memastikan akses pendidikan yang lebih luas bagi generasi muda. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama