RADARTUBAN – P Diddy masih menjadi perbincangan panas di berbagai media sosial setelah satu persatu kasusnya terungkap.
Ratusan dugaan kasus kekerasan seksual yang ditujukan kepadanya menjadi skandal Hollywood terbesar setahun terakhir.
Terdapat ratusan tuntutan dan tiga ribu aduan dari para korban tindak kejahatan P Diddy. Korban datang dari berbagai kalangan dan usia.
Salah satunya mengaku mendapatkan pelecehan seksual saat berusia 9 tahun dengan janji akan menjadikannya seorang bintang. Kasus P Diddy lama terpendam karena adanya ancaman untuk para korban agar tetap diam.
Gugatan satu persatu mulai muncul bermula ketika Cassie Ventura, mantan pacar P Diddy menggugat pada 16 November 2023.
Ramainya kasus kejahatan P Diddy yang mulai terungkap tidak hanya berimbas pada hilangnya citra baik rapper sekaligus pengusaha sukses tersebut.
Namun juga berimbas pada kerugian triliun dalam kurun waktu yang singkat.
Pada tahun 2022 P Diddy masuk ke dalam daftar orang terkaya di dunia bersama dengan Taylor Swift. Baru-baru ini nama P Diddy secara mengejutkan hilang dari daftar tersebut versi Forbes.
Menurut estimasi terbaru Forbes, kekayaan P. Diddy kini bernilai US$400 juta atau sekitar Rp6,13 triliun (dengan kurs Rp15.332/US$).
Dikabarkan, dalam kurun waktu dua tahun, dia mengalami penurunan kekayaan hingga US$600 juta atau sekitar Rp 9,19 triliun.
P. Diddy telah mengumpulkan kekayaannya dari beragam usaha bisnis, mulai dari industri minuman keras, label rekaman, hingga fashion dan pendidikan.
Mengutip laporan Business Insider, Senin (7/10), label rekaman milik P. Diddy, yang telah merilis lima album studio, dua album kolaborasi, satu album remix, dan 72 single, pada masa kejayaannya menghasilkan lebih dari US$130 juta atau sekitar Rp1,99 triliun per tahun.
Bisnis alkoholnya pada tahun 2023 berhasil meraup lebih dari US$90 juta atau sekitar Rp1,37 triliun.
Menurut Forbes, kemitraannya dengan Cîroc bersama Diageo, Revolt, dan DeLeón Tequila berkontribusi besar dalam meningkatkan kekayaannya.
Namun, pada November 2023, setelah mengumumkan kesepakatan senilai US$185 juta atau sekitar Rp2,83 triliun untuk membeli sejumlah toko ganja, kesepakatan tersebut batal karena munculnya berbagai tuduhan terhadap dirinya.
Saat ini, P. Diddy dilaporkan telah dicopot dari sejumlah bisnis utamanya akibat tuduhan kasus tersebut, yang menyebabkan penurunan signifikan dalam kekayaannya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama