RADARTUBAN - Dalam laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona di Santiago Bernabeu pada Minggu (27/10) dini hari, berujung tindakan rasis terhadap Lamine Yamal. Tuan rumah siap memburu oknum suporter.
Lamine Yamal berhasil mencuri perhatian setelah mencetak satu gol ke gawang Madrid. Namun, pemain berusia 17 tahun ini justru menerima hinaan berbau ras dari sebagian pendukung Madrid.
Menyikapi insiden ini, Real Madrid segera mengeluarkan pernyataan tegas. Klub berencana melakukan investigasi untuk menemukan pelaku tindakan tidak terpuji tersebut.
"Real Madrid sangat mengutuk segala bentuk tindakan yang berhubungan dengan rasisme, xenofobia, atau kekerasan dalam sepakbola serta olahraga," tulisnya dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (28/10).
Real Madrid menjelaskan bahwa mereka telah berupaya menyelidiki individu yang terlibat dalam penghinaan tersebut, untuk mengambil langkah disipliner dan hukum yang sesuai.
"Kami sangat menyesali penghinaan yang dilontarkan oleh beberapa penggemar di salah satu sudut stadion malam tadi," katanya.
Hinaan mulai muncul ketika Lamine Yamal dan Raphinha menambah dua gol lagi di menit-menit akhir, setelah sebelumnya Lewandowski tampil cantik dalam laga sengit El Clasico.
Real Madrid harus menelan pil pahit di hadapan pendukungnya sendiri usai diobrak-abrik Barcelona dengan skor akhir 0-4. Keadaan ini membuatnya berada di posisi kedua Liga Spanyol.
Selain Lamine Yamal, beberapa pemain andalan FC Barcelona lainnya juga menjadi sasaran pelecehan rasial, termasuk Ansu Fati dan Raphinha saat bertamu ke kandang Real Madrid. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama