Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Turki Tolak Permintaan Israel Soal Penggunaan Wilayah Udara, Hubungan Kian Memanas

Dinatur Rohmah Briliana • Selasa, 19 November 2024 | 17:10 WIB
Israel yang semakin terus mendapatkan penolakan, terbaru dari Turki.
Israel yang semakin terus mendapatkan penolakan, terbaru dari Turki.

RADARTUBAN - Turki secara tegas menolak permintaan Presiden Israel, Isaac Herzog, untuk menggunakan wilayah udaranya dalam penerbangan menuju KTT Iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Penolakan ini menambah ketegangan dalam hubungan kedua negara yang telah memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Pejabat Turki mengungkapkan bahwa permintaan resmi dari pihak Israel telah diajukan, tetapi otoritas Turki memutuskan untuk menolaknya.

Keputusan ini disusul dengan pembatalan partisipasi Presiden Herzog dalam COP29 dengan alasan keamanan, seperti yang dinyatakan oleh kantornya pada Sabtu (16/11). Pernyataan tersebut dikutip oleh kantor berita Anadolu pada Senin (18/11).

Hubungan diplomatik antara Turki dan Israel mengalami titik nadir setelah serangan Israel terhadap Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada Oktober 2023.

Konflik ini telah menyebabkan korban jiwa hampir 44.000 orang, serta menghancurkan Gaza hingga mendekati kondisi tidak layak huni.

Presiden Recep Tayyip Erdogan pada Rabu (13/11) secara tegas menyatakan bahwa Turki memutuskan semua hubungan dengan Israel. Dalam pernyataannya kepada wartawan sepulang dari kunjungan ke Arab Saudi dan Azerbaijan, Erdogan menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan melanjutkan hubungan dengan Israel, baik secara politik maupun diplomatik.

“Kami, sebagai Republik Turki dan pemerintahannya, saat ini telah memutuskan semua hubungan dengan Israel,” kata Erdogan, seperti dilaporkan oleh Middle East Eye (MEE).

Endorgan juga menyebut bahwa pihaknya akan berupaya keras untuk meminta pertanggungjawaban Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, atas tindakan yang dianggap sebagai genosida di Jalur Gaza.

Meskipun hubungan diplomatik formal tetap ada, seperti kedutaan besar masing-masing yang masih beroperasi, Turki sebelumnya telah memberlakukan embargo perdagangan terhadap Israel.

Pada tingkat internasional, Turki juga telah mengadvokasi embargo senjata terhadap Tel Aviv melalui Mahkamah Internasional (ICJ) dan PBB, mendapatkan dukungan dari sejumlah negara dan organisasi internasional.

Erdogan menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen Turki untuk terus memperjuangkan keadilan bagi Palestina.

"Kami baru-baru ini menyerahkan surat resmi mengenai inisiatif kepada presiden Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB ," kata Erdogan.

Sementara itu, keputusan bersama dalam pertemuan Liga Arab dan OKI di Riyadh menekankan pentingnya solidaritas untuk mendukung langkah ini. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#jalur gaza #TURKI #presiden israel #Azerbaijan #KTT Iklim COP 29