Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Donald Trump Diduga Akan Akhiri Keanggotaan AS di WHO

Alifah Nurlias Tanti • Kamis, 26 Desember 2024 | 00:05 WIB
Donald Trump akan akhiri keanggotaan AS di WHO
Donald Trump akan akhiri keanggotaan AS di WHO

RADARTUBAN - Laporan terbaru mengungkapkan bahwa tim transisi kepresidenan Donald Trump tengah mempersiapkan langkah untuk menarik Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Langkah ini dilakukan jika Trump berhasil memenangkan masa jabatan keduanya. Penarikan tersebut direncanakan akan diumumkan pada hari pertama masa jabatan barunya, yang jatuh pada 25 Desember.

Hal ini merupakan kelanjutan dari sikap Trump selama periode pertamanya, ketika ia secara terbuka mengkritik WHO, terutama mengenai penanganan pandemi COVID-19.

Pada tahun 2020, Trump pernah mengumumkan niat untuk menarik AS dari WHO, tetapi pemerintahan Biden segera membatalkan keputusan tersebut dan mengembalikan keanggotaan pada tahun 2021.

Alasan utama di balik kebijakan ini tampaknya berkaitan dengan klaim Trump bahwa WHO menunjukkan bias terhadap China serta dinilai tidak efektif dalam mengatasi krisis kesehatan global.

Jika rencana ini dilaksanakan, diperkirakan akan memicu kontroversi baik di dalam negeri maupun di panggung internasional, mengingat peranan penting WHO dalam koordinasi kesehatan global.

Lawrence Gostin, profesor kesehatan global di Universitas Georgetown dan direktur Pusat Kolaborasi WHO untuk Hukum Kesehatan Nasional dan Global, memastikan adanya indikasi bahwa Trump berniat menarik AS dari WHO pada hari pertama atau awal masa pemerintahannya.

"Pasti ada indikasi bahwa ia berencana untuk menarik diri, mungkin pada hari pertama atau sangat awal masa pemerintahannya. " kata Gaston

Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh Financial Times, yang mengutip dua sumber ahli, termasuk Ashish Jha, mantan koordinator respons COVID-19 Gedung Putih, meski dia belum memberikan komentar lebih lanjut mengenai laporan tersebut.

Jika rencana ini terwujud, akan kembali muncul kontroversi mengenai hubungan AS dengan WHO, yang sudah memanas selama masa jabatan pertama Trump.

Pada tahun 2020, pemerintahan Trump secara resmi menyatakan niat untuk menarik diri dari WHO dengan alasan bias terhadap China dan kinerja yang dianggap tidak memadai dalam menangani pandemi. Namun, keputusan tersebut dibatalkan oleh pemerintahan Biden pada tahun 2021, yang mengembalikan AS sebagai anggota aktif WHO.

Penarikan yang mungkin dilakukan oleh Trump di masa mendatang diperkirakan akan menimbulkan reaksi yang kuat baik di dalam negeri maupun di komunitas internasional.

Hingga saat ini, tim transisi Donald Trump belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar mengenai rencana penarikan AS dari WHO.

Tindakan ini mencerminkan kritik Trump terhadap organisasi tersebut. Hal ini akan menjadi perubahan besar dalam kebijakan kesehatan global AS, dan diperkirakan  memperdalam isolasi Washington dari komunitas internasional dalam menghadapi pandemi dan tantangan kesehatan global lainnya.

Trump sebelumnya menuduh WHO bersikap bias terhadap China dan gagal dalam mengatasi pandemi COVID-19. Jika kebijakan ini dijalankan, hal ini akan menegaskan posisi skeptis AS terhadap lembaga-lembaga internasional selama kepemimpinannya, sekaligus menimbulkan kekhawatiran tentang koordinasi global di masa depan terhadap krisis kesehatan.

Selain itu, Trump juga telah mengajukan sejumlah kritikus WHO untuk menduduki posisi kunci di sektor kesehatan masyarakat, termasuk Robert F. Kennedy Jr. , seorang skeptis vaksin, yang direncanakan untuk menjabat sebagai Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.

Jabatan ini akan memberinya otoritas untuk mengawasi lembaga-lembaga penting seperti CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) dan FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

Langkah ini mencerminkan pandangan kritis Trump terhadap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan pendekatan multilateral dalam menangani kesehatan global.

Pada tahun 2020, Trump memulai proses penarikan Amerika Serikat dari WHO, mengklaim bahwa organisasi tersebut memiliki bias terhadap China dan gagal dalam menangani pandemi COVID-19.

Namun, enam bulan kemudian, Presiden Joe Biden membatalkan keputusan itu, mengembalikan AS ke dalam keanggotaan WHO di awal masa jabatannya.

Jika Trump melanjutkan rencana penarikannya, kebijakan ini akan semakin menguatkan posisi isolasionis AS dalam upaya internasional melawan pandemi dan isu kesehatan global lainnya.

Ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai masa depan kebijakan kesehatan domestik, terutama di bawah pemimpin yang merupakan kritikus WHO dan vaksin.

Trump juga menuduh WHO gagal meminta pertanggungjawaban China atas penyebaran awal COVID-19. Dia secara konsisten menyebut WHO sebagai “boneka Beijing” dan mengecam organisasi tersebut karena diduga memihak China.

Dia berjanji akan mengalihkan kontribusi AS ke inisiatif kesehatan domestik jika negara tersebut menarik diri dari WHO.

Saat ditanya tentang kemungkinan penarikan ini, seorang juru bicara WHO menolak memberikan komentar langsung. Namun, dia merujuk pada pernyataan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, dalam konferensi pers pada 10 Desember.

Dimana Tedros menyatakan optimismenya, meski tetap berhati-hati tentang komitmen negara-negara anggota, termasuk Amerika Serikat, terhadap kerja sama multilateral.

Apabila AS benar-benar menarik diri dari WHO, ini akan menjadi langkah signifikan yang menegaskan pandangan Trump terhadap organisasi internasional. Sekaligus menciptakan tantangan baru bagi koordinasi global dalam menangani isu kesehatan, termasuk pandemi.

Dalam konferensi pers tersebut, Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan pentingnya memberikan waktu dan ruang bagi AS untuk menjalani proses transisi politiknya.

Dia juga optimis bahwa negara-negara anggota WHO dapat menyelesaikan perjanjian pandemi pada Mei 2025, dengan tujuan memperkuat kerja sama internasional dalam pencegahan dan respons terhadap pandemi di masa mendatang.

Namun, para pengkritik memperingatkan bahwa penarikan AS dari WHO dapat memiliki dampak signifikan pada pengawasan penyakit global dan sistem tanggap darurat kesehatan.

Sebagai salah satu donor terbesar, keluarnya AS dari organisasi ini akan melemahkan kapasitas WHO dalam mendeteksi dan respons terhadap wabah penyakit.

Selain itu, langkah tersebut berpotensi merusak koordinasi internasional dalam menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk pandemi yang saat ini sedang berlangsung serta ancaman di masa depan.

Keputusan ini, jika diambil, juga dapat memengaruhi negosiasi untuk perjanjian pandemi yang diusulkan, mengingat peran penting AS dalam memimpin inisiatif kesehatan global.(*)



Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#as #WHO #trump #donald trump