RADARTUBAN - Max Verstappen, juara dunia Formula 1 empat kali, menyatakan ketertarikannya pada balap sepeda motor. Dia bahkan ingin merasakan pengalaman mengendarai motor balap langsung di lintasan.
Max Verstappen mengungkapkan bahwa dirinya merupakan penggemar berat MotoGP dan selalu berusaha menonton setiap balapan. Dia mengaku sering membawa iPad ke sirkuit agar tidak melewatkan satu pun momen balapan.
Namun Verstappen tidak mau tergesa-gesa untuk langsung ke kelas utama MotoGP, dia berfikir jika lebih baik memulai dari Moto 2 atau Moto 3.
"Saya ingin sekali mencobanya, tetapi saya pikir akan lebih bijaksana untuk memulai dengan Moto2 atau Moto3 sebelum mencoba MotoGP," kata Verstappen dikutip dari Todocircuito, Selasa (24/12).
Namun Verstappen menunda keinginannya tersebut, bukan tanpa alasan. Dia mengungkapkan bahwa tim serta penasihat Red Bull Motorsport, Dr. Helmut Marko, dengan tegas melarangnya mencoba pengalaman tersebut karena risiko yang besar.
Dia juga menyadari bahaya dan keterbatasan pengalaman yang harus dihadapi saat mengendarai sepeda motor balap.
"Saya ingin sekali melakukannya, tetapi saya mengerti kekhawatiran tim saya. Untuk saat ini, saya akan puas menikmatinya sebagai penonton," pungkas Verstappen.
Ketertarikan pembalap Formula 1 terhadap MotoGP bukanlah hal baru.
Pada tahun 2006, pembalap MotoGP tim Rizla Suzuki, John Hopkins, dan pembalap F1 tim Toro Rosso, Vitantonio Liuzzi, melakukan pertukaran kendaraan.
Hopkins mengendarai mobil F1 PS05B bermesin V10, sementara Liuzzi mencoba motor Suzuki Rizla dengan mesin 990cc.
Setahun kemudian, pada 2007, Michael Schumacher mengejutkan dunia balap dengan kembali ke lintasan. Namun bukan sebagai pembalap F1, melainkan sebagai rider tim MotoGP Ducati.
Tak ketinggalan, pada 2019, dua legenda dari dunia balap berbeda, Valentino Rossi dan Lewis Hamilton, turut mencatatkan sejarah dengan bertukar kendaraan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni