RADARTUBAN - Jimmy Carter, Presiden ke-39 Amerika Serikat, meninggal dunia di Plains, Georgia pada Minggu (29/12) siang waktu setempat. Carter baru saja merayakan ulang tahunnya ke-100 pada Oktober 2024 lalu.
Dia juga dikenal sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2002 tutup usia di usia 100 tahun.
Carter menjabat sebagai presiden ke-39 dari tahun 1977 hingga 1981. Ini menjadikannya presiden AS dengan usia paling panjang dalam sejarah.
Carter telah menjalani perawatan paliatif sejak Februari 2023. Setelah beberapa kali dirawat di rumah sakit, ia memutuskan untuk melanjutkan perawatannya di rumah.
Sebelumnya, pada 2015, mantan presiden AS tersebut telah didiagnosis menderita kanker.
Meski begitu, dia merespons pengobatan dengan baik. Chip Carter, putra Jimmy Carter, menyebut ayahnya sebagai seorang pahlawan.
"Ayah saya adalah seorang pahlawan, bukan hanya untuk saya tapi semua orang yang percaya pada perdamaian, hak asasi manusia, dan cinta tanpa pamrih," ungkap Chip Carter dalam sebuah pernyataan, Senin (30/12).
Dalam pernyataan itu, keluarga meminta dunia untuk mengenang Carter dengan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang ia anut, seperti keadilan dan kemanusiaan.
Mantan Presiden Amerika itu, meninggalkan empat anak, 11 cucu, dan 14 cicit.
Selama dia menjabat sebagai Presiden, Carter sering dikritik terutama oleh pihak oposisi. Namun, Carter berhasil menorehkan sejarah melalui Camp David Accords pada 1978, yang membawa perdamaian antara Mesir dan Israel.
Usai meninggalkan Gedung Putih, dia mendirikan The Carter Center pada 1982 sebagai wujud dedikasinya terhadap kemanusiaan dan upaya pemberantasan penyakit.
Melalui kerja-kerja The Carter Center, Carter memusatkan perhatiannya pada upaya menyelesaikan masalah global, seperti kemiskinan, penyakit, dan konflik
Setelah itu, dia kembali ke rumahnya yang sederhana di Plains dan memilih untuk tidak mengambil keuntungan finansial besar dari pidato berbayar maupun kontrak buku.
Setelah masa jabatannya berakhir, Carter dikenal karena gaya hidup sederhana yang dia pilih.
Melalui lembaga yang didirikannya itu, Carter membantu memberantas Guinea worm, sebuah penyakit yang dulunya menyerang lebih dari 3,5 juta orang di 21 negara dan kini hampir sepenuhnya diberantas.
Selain itu, keterlibatannya dalam Habitat for Humanity membuatnya dikenal sebagai "pemimpin yang bekerja di lapangan," membangun rumah bagi mereka yang membutuhkan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni