Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Merasa Tertantang, Seorang Mahasiswi Asal Kanada Harus Alami Ini Usai Gigit Permen Jawbreaker Besar

Bihan Mokodompit • Senin, 30 Desember 2024 | 22:05 WIB
ilustrasi permen jawbreaker
ilustrasi permen jawbreaker

RADARTUBAN - Seorang mahasiswi asal Kanada, Javeria Wasim, mengalami insiden mengejutkan yang berdampak besar pada kehidupannya. Gadis berusia 19 tahun ini mengalami patah rahang setelah mencoba menggigit permen jawbreaker berdiameter tiga inci.

Kejadian ini bermula saat Javeria terinspirasi oleh video yang memperlihatkan orang-orang berhasil menggigit permen jawbreaker berukuran kecil. Merasa tertantang, dia pun mencoba permen versi besar.

“Saya sering makan permen ini saat kecil. Saya melihat orang berhasil menggigit yang kecil, tapi belum pernah ada yang mencoba yang besar,” ungkap Javeria, seperti dikutip dari Oddity Central.

 

Aksinya berakhir buruk. Ketika mencoba menggigit permen keras tersebut, Javeria hanya berhasil membuat lubang kecil di permukaan permen sebelum merasakan sakit luar biasa di rahang bawahnya.

Teman Javeria yang menyadari salah satu giginya terkelupas segera memeriksa lebih lanjut dan menemukan beberapa gigi lain mulai goyah. Kondisinya yang kesakitan hingga sulit membuka mulut membuat temannya memanggil ambulans.

Hasil rontgen di rumah sakit menunjukkan rahang Javeria retak di dua tempat akibat tekanan besar saat menggigit permen tersebut. Dia pun menjalani operasi untuk memperbaiki patah tulang rahangnya.

Setelah itu, rahangnya dijahit menggunakan kawat logam yang dipasang pada gusi bagian atas dan bawah. Selama enam minggu ke depan, Javeria hanya diperbolehkan mengonsumsi makanan cair seperti sup dan smoothie.

“Rasanya sangat menyakitkan. Saya terus menangis saat ambulans datang. Pandangan saya pun buram,” kenangnya.

 

Selain operasi, Javeria juga harus memakai kawat gigi untuk memperbaiki kondisi giginya yang rusak. Gigi bagian bawahnya goyah, sementara gigi depan terpisah akibat tekanan besar pada rahangnya.

“Ini tindakan yang sangat bodoh. Kebanyakan orang mengalami patah rahang karena kecelakaan atau perkelahian, tapi saya mengalaminya hanya karena menggigit permen. Ini seharusnya bisa dihindari,” ujarnya.

Javeria berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran bagi orang lain untuk lebih berhati-hati dalam melakukan tindakan yang berisiko terhadap kesehatan.(*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#permen Jawbreaker #patah rahang #gigi #Javeria wasim