RADARTUBAN -Analisa bitcoin menjadi hal yang menarik diikuti. Terlebih untuk mengawali tahun 2025, Bitcoin menunjukkan performa impresif setelah mencatat kenaikan tahunan sebesar 114 persen pada 2024.
Di awal perdagangan tahun baru, harga Bitcoin (BTC) meningkat 3,44 persen, mencapai Rp 1,56 miliar per koin.
Kapitalisasi pasar aset kripto global juga menunjukkan penguatan, naik 4,68 persen menjadi US$3,41 triliun, didorong oleh tren positif dari Altcoin sepanjang 2024. Ethereum (ETH), misalnya, tetap solid di atas US$3.441 setelah naik 3,31 persen dalam tiga hari pertama tahun ini.
Aset kripto lain juga mencatat pertumbuhan signifikan. Cardano (ADA) melonjak 24,01 persen ke US$1,04, XRP naik 17,22 persen ke US$2,44, dan Solana (SOL) bertambah 9,88 persen menjadi US$207,72.
Mengacu pada data CoinMarketCap per Jumat (3/1) pukul 14.40 WIB, Bitcoin diperdagangkan di level US$96.263 dengan kenaikan harian sebesar 1,22 persen. Angka ini mendekati level tertinggi yang dicapai pada 2024.
Panji Yudha, analis dari Ajaib Kripto, memprediksi bahwa Bitcoin memiliki peluang untuk menembus level psikologis US$100.000 setelah mencapai Moving Average (MA)-20 dan membentuk pola candlestick three white soldiers. Menurutnya, level support terdekat BTC berada di sekitar US$91.000.
"Jika harga Bitcoin mampu bertahan di atas US$95.000 dan melampaui MA-20, potensi kenaikan menuju US$100.000 semakin besar," ungkap Panji.
Lebih lanjut, tren bullish yang konsisten dapat membawa Bitcoin menguji kembali level tertinggi sepanjang masa di US$108.000 pada Januari 2025.
Indikator Stochastic menunjukkan penguatan di centreline, sementara histogram MACD mengindikasikan momentum bearish yang terbatas.
Sepanjang 2024, sejumlah peristiwa besar mendukung penguatan Bitcoin. Persetujuan perdagangan ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat, momen Bitcoin Halving, serta kebijakan Federal Reserve yang mulai menurunkan suku bunga menjadi katalis utama.
MicroStrategy, perusahaan teknologi yang dipimpin Michael Saylor, terus menunjukkan dukungan besar terhadap Bitcoin. Hingga kini, mereka telah mengakumulasi 446.400 Bitcoin. Pada akhir Desember 2024, MicroStrategy membeli 2.138 BTC dengan total nilai US$209 juta, dengan harga rata-rata US$97.837 per koin.
Sentimen positif dari aktivitas institusional seperti ini diyakini mampu mendorong optimisme pasar di awal tahun.
Grayscale Research memprediksi bahwa platform smart contract seperti Solana, Sui, dan lainnya akan menjadi pendorong utama pasar kripto pada kuartal pertama 2025. Persaingan di sektor ini semakin ketat, dengan dominasi Ethereum yang mulai diuji oleh para pesaing.
Selanjutnya, meskipun The Fed menunjukkan sikap hawkish pada pertemuan Desember 2024, data ekonomi Amerika Serikat yang kuat mencerminkan daya tahan pasar tenaga kerja. Hal ini memengaruhi dinamika pasar aset kripto.
Selain itu, peluncuran ETF Bitcoin Spot di 2024 menjadi langkah penting bagi adopsi Bitcoin di kalangan institusional. Dengan pengajuan baru dari berbagai perusahaan, tahun 2025 diharapkan membawa lebih banyak peluang bagi dana berbasis kripto.
Ditambah, Presiden terpilih AS, Donald Trump, diperkirakan akan menerapkan regulasi yang lebih ramah terhadap industri kripto. Kebijakan ini dapat mempercepat pertumbuhan pasar dan meningkatkan arus masuk dana ke Altcoin.
Bitcoin dan aset kripto lainnya memulai tahun 2025 dengan langkah positif. Dukungan institusional, perkembangan teknologi, dan kebijakan pemerintah yang lebih ramah memberikan landasan kuat untuk tren bullish. Meski demikian, volatilitas pasar tetap harus diantisipasi oleh para investor.
Dengan momentum yang ada, Bitcoin memiliki peluang besar untuk mencetak rekor baru tahun ini. Investor disarankan tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar secara cermat. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama