Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

735 Tahanan Palestina Akan Dibebaskan Israel dalam Gencatan Senjata dengan Hamas

Bihan Mokodompit • Minggu, 19 Januari 2025 | 00:05 WIB
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu

RADARTUBAN - Israel telah mengumumkan rencana untuk membebaskan 735 tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas.

Fase pertama dari kesepakatan ini akan dimulai pada Minggu (19/1). Pada Sabtu (18/1), Kementerian Kehakiman Israel mempublikasikan daftar tahanan yang akan dilepaskan, kecuali 25 remaja berusia 16 hingga 18 tahun.

Proses pembebasan ini akan dilakukan secara bertahap. Dalam pernyataan sebelumnya, kementerian tersebut menyebutkan bahwa 95 tahanan direncanakan bebas pada Minggu.

Gelombang awal ini mencakup 70 perempuan dan 25 laki-laki. Sebagai imbalannya, Hamas akan membebaskan tiga sandera perempuan.

Selama serangan militer Israel ke Palestina, ratusan warga Palestina ditangkap dan dipenjarakan tanpa proses hukum atau persidangan.

 

Pengumuman dari Kementerian Kehakiman ini muncul setelah kabinet Israel menyetujui gencatan senjata dalam rapat maraton pada Jumat. Dari 32 menteri yang hadir, 24 mendukung kesepakatan tersebut, sementara delapan lainnya menolak.

 

Kesepakatan gencatan senjata ini mencakup tiga tahapan penting. Fase pertama, yang berlangsung selama 42 hari, akan fokus pada pertukaran sandera Hamas dengan tahanan Palestina, penghentian serangan, serta peningkatan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Pada fase kedua, diharapkan perang dapat diakhiri sepenuhnya dan gencatan senjata berubah menjadi permanen.

Semua sandera yang masih hidup direncanakan dibebaskan, dengan Israel akan melepaskan sekitar 190 tahanan Palestina. Tahap ini juga melibatkan penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Gaza.

Fase ketiga akan mencakup pemulangan jenazah dan sisa tubuh sandera, serta pelaksanaan rencana rekonstruksi Gaza.

Kesepakatan ini tercapai setelah Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Gaza sejak Oktober 2023. Selama periode tersebut, lebih dari 46.000 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan militer. 

Gencatan senjata ini membawa harapan baru bagi kedua pihak untuk mencapai perdamaian yang lebih permanen, meskipun tantangan ke depan masih cukup besar. (*)

 

~Bihan Mokodompit

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#735 tahanan #kesepakatan #Palestina #gencatan senjata #Israel #hamas #gaza