Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meta Rela Bayar Rp 406 Miliar ke Donald Trump dan Rombak Beberapa Kebijakan Besar, Kenapa?

Cicik Nur Latifah • Minggu, 2 Februari 2025 | 00:13 WIB
Ilustrasi Meta
Ilustrasi Meta

RADARTUBAN- Meta telah mencapai kesepakatan untuk membayar mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebesar 25 juta dollar AS (sekitar Rp 406 miliar).

Hal ini sebagai penyelesaian gugatan terkait penangguhan akun media sosialnya pasca kerusuhan Gedung Capitol pada Januari 2021.

Dilansir AFP, sekitar 22 juta dolar AS dari total dana tersebut akan digunakan untuk perpustakaan kepresidenan Trump, sementara sisanya dialokasikan untuk biaya hukum dan administrasi.

Gugatan ini bermula setelah Facebook dan Instagram, platform milik Meta menangguhkan akun Trump karena pernyataannya yang dinilai menyebarkan klaim tidak berdasar terkait kecurangan Pemilu 2020, yang memicu aksi kerusuhan oleh pendukungnya.

Pada Juli 2021, Trump menggugat Meta, Twitter (kini X), Google, serta para CEO perusahaan tersebut, dengan tuduhan bahwa mereka telah menyensor suara konservatif secara tidak adil.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, Trump justru menjalin hubungan lebih dekat dengan para pemimpin teknologi, termasuk CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan pemilik X, Elon Musk.

Zuckerberg bahkan hadir dalam pelantikan Trump sebagai presiden pekan lalu di Washington, DC, dan mendapatkan tempat duduk utama dalam acara tersebut.

Sejak itu, Meta melakukan sejumlah perubahan kebijakan besar, termasuk penghentian program pengecekan fakta dan moderasi konten di Facebook, Instagram, serta Threads.

Selain itu, pada Januari lalu, Meta juga membubarkan program keberagaman, kesetaraan, dan inklusi, yang dianggap sebagai langkah untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerintahan baru.

Perusahaan juga menunjuk Joel Kaplan, tokoh penting dari Partai Republik, sebagai kepala urusan global, serta Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (UFC) dan teman dekat Trump, sebagai anggota dewan direksi.

Sebagai tanda dukungan lebih lanjut, Meta bahkan menyumbangkan 1 juta dolar AS untuk dana pelantikan Trump pada Desember lalu, yang menunjukkan perubahan arah kebijakan perusahaan di bawah kepemimpinan baru. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#mark zuckerberg #Perpustakaan Kepresidenan #presiden amerika serikat #gedung capitol #teknologi #meta #twitter #kebijakan #donald trump