Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Meksiko dan Kanada Balas Tarif Impor Amerika Serikat, Ekonomi Global Terancam Guncang

Mohammad Mukarom • Senin, 3 Februari 2025 | 03:00 WIB
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump
Presiden terpilih Amerika Serikat Donald Trump

RADARTUBAN - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, pada Sabtu (1/2) malam, telah memerintahkan tarif bea masuk balasan terhadap keputusan AS.

Kebijakan Amerika Serikat (AS) yang menerapkan tarif 25 persen pada semua barang asal Meksiko, menandai dimulainya perang dagang antara kedua negara.

Dalam postingan panjangnya di X, Sheinbaum mengatakan bahwa pemerintah Meksiko lebih memilih dialog ketimbang konfrontasi dengan tetangganya di utara.

Namun, dia menegaskan bahwa Meksiko terpaksa merespons dengan cara yang sama, demi membela kepentingan negara.

“Saya telah menginstruksikan menteri perekonomian saya untuk menerapkan rencana B yang telah kami kerjakan, yang mencakup langkah-langkah tarif dan non-tarif untuk membela kepentingan Meksiko,” tulis Sheinbaum, dikutip Minggu (2/2).

Pernyataan tersebut disampaikan olehnya tanpa menjelaskan secara rinci, barang-barang AS apa yang akan menjadi target pemerintahannya.

Diketahui, AS di bawah perintah Donald Trump mengubah kebijakan tarif impor.

Sedangkan, AS sejauh ini merupakan pasar luar negeri terpenting bagi Meksiko, sementara Meksiko pada 2023 mengambil alih posisi Cina sebagai tujuan utama ekspor AS.

Meksiko telah mempersiapkan kemungkinan tarif balasan terhadap impor dari AS, berkisar antara 5 hingga 20 persen, pada daging babi, keju, produk segar, serta baja dan aluminium manufaktur.

Dilansir dari Reuters, industri otomotif pada awalnya akan dikecualikan.

Ekspor AS ke Meksiko berjumlah lebih dari US$ 322 miliar pada 2023, menurut data Biro Sensus, sementara AS mengimpor produk Meksiko senilai lebih dari US$ 475 miliar.

Ini menunjukkan ketergantungan ekonomi yang saling mengikat antara kedua negara.

Dalam postingannya, Sheinbaum juga menolak tuduhan Gedung Putih bahwa kartel narkoba bersekutu dengan pemerintah Meksiko, yang disebut sebagai "fitnah".

Ini adalah poin yang digunakan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjelaskan mengapa mereka mengenakan tarif tambahan.

Sheinbaum juga memuji rekor pemerintahannya sejak dia menjabat pada Oktober, yang menyita 20 juta dosis fentanil opioid sintetis mematikan, dan menahan lebih dari 10 ribu orang yang terkait dengan perdagangan narkoba.

Informasinya, penetapan tarif terhadap Meksiko disebabkan oleh kegagalan negara tersebut dalam menghentikan masuknya fentanil ke AS, serta apa yang ia gambarkan sebagai migrasi yang tidak terkendali.

Seperti Meksiko, Kanada juga mengenakan bea masuk balasan terhadap AS. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mendesak warganya untuk menahan diri membeli produk-produk buatan Amerika dan mengumumkan dua gelombang tarif terhadap AS, yang pertama akan dimulai pada Selasa (4/2).

Trudeau mengatakan agresi Trump membahayakan ikatan jangka panjang antara negara-negara sekutu, dan tindakan ini tidak tepat sasaran.

“Kurang dari 1 persen fentanil dan kurang dari 1 persen penyeberangan ilegal ke AS berasal dari Kanada,” katanya.

Presiden Trump menerapkan tarif tinggi terhadap barang-barang dari Meksiko, Kanada, dan Cina, mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh rantai pasokan global.

Kemungkinan, akan memicu ketakutan perang dagang yang dapat secara dramatis meningkatkan biaya bagi konsumen AS.

Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan bea masuk sebesar 25 persen pada barang impor dari Meksiko dan Kanada, serta tarif 10 persen pada produk energi Kanada.

Tak hanya itu, dia juga mengenakan pajak 10 persen untuk semua impor dari Cina.

Meksiko, Kanada, dan Cina adalah mitra dagang utama Amerika, yang memasok makanan, obat-obatan, minyak, mobil, kayu, dan elektronik kepada AS.

Trump mengatakan tarif tersebut, yang dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa (4/2), merupakan hukuman karena ketiga negara itu belum berbuat cukup untuk menghentikan aliran imigran tidak berdokumen dan obat-obatan ke AS. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#presiden amerika serikat #cina #Claudia Sheinbaum #ekspor #presiden meksiko #impor #donald trump