Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Terjebak di Peternakan Manusia, Ratusan Wanita Dieksploitasi untuk Sel Telur di Georgia

Dinatur Rohmah Briliana • Kamis, 13 Februari 2025 | 15:03 WIB
Ilustrasi ibu pengganti
Ilustrasi ibu pengganti

RADARTUBAN - Sebuah kasus perdagangan manusia yang menggemparkan terungkap di Georgia, di mana sekitar 100 wanita dipaksa menjadi "budak reproduksi" untuk diambil sel telurnya dan dijual di pasar gelap.

Para korban, yang sebagian besar berasal dari Thailand, diperdaya dengan janji pekerjaan sebagai ibu pengganti sebelum akhirnya dijebak oleh sindikat kriminal.

Kasus ini terkuak setelah tiga wanita Thailand berhasil melarikan diri dari tempat penyekapan pada 30 Januari lalu. Menurut laporan, mereka telah mengalami eksploitasi selama enam bulan.

Para perempuan itu disuntik hormon untuk merangsang indung telur mereka. Kemudian diambil sel telurnya sebulan sekali.

Mereka mengungkapkan bahwa awalnya tertarik dengan lowongan pekerjaan yang diiklankan melalui Facebook.

Tawaran tersebut menjanjikan gaji hingga 17.000 euro untuk menjadi ibu pengganti bagi pasangan di Georgia yang tidak bisa memiliki anak.

Pada Agustus 2024, ketiga korban bersama sepuluh wanita Thailand lainnya berangkat ke Georgia dengan biaya perjalanan dan pengurusan dokumen yang sepenuhnya ditanggung oleh pihak perekrut.

Namun, setibanya di sana, mereka justru ditempatkan di empat rumah besar bersama sekitar seratus wanita lain. Barulah saat itu mereka menyadari bahwa tawaran pekerjaan yang dijanjikan hanyalah tipu daya belaka.

Sindikat kriminal yang diduga dipimpin oleh kelompok asal China memperlakukan mereka layaknya ternak, memberikan suntikan hormon secara rutin, dan memanen sel telur mereka untuk dijual secara ilegal.

Yang lebih tragis, beberapa dari mereka bahkan tidak menerima bayaran sama sekali. Jika ingin keluar dari tempat itu, mereka dipaksa membayar uang tebusan sebesar 2.000 euro atau sekitar Rp33 juta. Ini membuat banyak korban terperangkap tanpa jalan keluar.

"Sel telur yang dikumpulkan dari para wanita tersebut diduga diperdagangkan di negara lain untuk digunakan dalam fertilisasi in-vitro (IVF)," ungkap Pavena Hongsakula, pendiri yayasan Thailand untuk anak-anak dan wanita. dalam konferensi pers yang dikutip dari Bangkok Post.

Yayasan Pavena bekerja sama dengan Interpol akhirnya berhasil membebaskan tiga wanita setelah membayar uang tebusan. Namun, nasib ratusan wanita lain yang masih berada di tempat itu masih belum jelas.

Saat ini, pihak berwenang Thailand dan Interpol telah meluncurkan penyelidikan lebih lanjut, dan kepolisian Thailand menyatakan bahwa kemungkinan akan ada operasi penyelamatan lain seiring perkembangan kasus ini. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#eksploitasi #sel telur #Georgia #pasar gelap #thailand #Dijual #ibu pengganti