Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rusia - AS Sepakat Upayakan Perdamaian Ukraina dan Perbaikan Hubungan Diplomatik

Bihan Mokodompit • Rabu, 19 Februari 2025 | 23:05 WIB
Bendera Amerika Serikat dan Rusia.
Bendera Amerika Serikat dan Rusia.


RADARTUBAN - Rusia dan Amerika Serikat (AS) telah menyepakati langkah awal untuk mengakhiri konflik di Ukraina serta memperbaiki hubungan bilateral, baik dalam aspek diplomatik maupun ekonomi.

Kesepakatan ini diumumkan setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri kedua negara di Riyadh, Arab Saudi, pada Selasa (19/2).

Dalam wawancara dengan The Associated Press, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa kedua belah pihak berkomitmen pada tiga tujuan utama:

1. Memulihkan jumlah staf diplomatik di kedutaan masing-masing di Washington dan Moskow
2. Membentuk tim khusus guna mendukung proses negosiasi damai
3. Menjelajahi potensi kerja sama ekonomi yang lebih erat

Rubio menekankan bahwa pertemuan ini masih menjadi langkah awal dan masih ada banyak hal yang harus dilakukan ke depan.

 

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan bahwa pembicaraan tersebut sangat bermanfaat.

"Kami tidak hanya mendengarkan, tetapi juga saling mendengar," ujar Lavrov kepada wartawan.

Pembicaraan tersebut dihadiri oleh penasihat keamanan nasional AS, Michael Waltz, serta utusan khusus Timur Tengah, Steven Witkoff. Sementara dari pihak Rusia, hadir penasihat urusan luar negeri Presiden Vladimir Putin, Yuri Ushakov.

Namun, pertemuan itu tidak melibatkan perwakilan dari Ukraina. Situasi ini menjadi perhatian mengingat negara tersebut tengah menghadapi tekanan besar dari pasukan Rusia dalam perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menegaskan bahwa negaranya tidak akan menerima hasil dari pertemuan tersebut karena tidak dilibatkan dalam proses negosiasi.

Sementara itu, sekutu-sekutu Eropa juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa mereka semakin tersisih dalam dinamika diplomasi ini.

 

 

Ketegangan antara AS dan Rusia telah mencapai titik terendah dalam beberapa dekade terakhir, terutama sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014 dan memperburuk hubungan melalui invasi skala penuh ke Ukraina.

AS bersama negara-negara Eropa telah menerapkan berbagai sanksi terhadap Rusia dengan tujuan melemahkan ekonominya. Selain itu, hubungan diplomatik kedua negara juga semakin memburuk akibat pengusiran diplomat dalam jumlah besar serta berbagai pembatasan lainnya.

Namun, Rubio menegaskan bahwa upaya mengakhiri perang di Ukraina bisa membuka peluang kerja sama strategis yang lebih luas antara AS dan Rusia, baik dalam aspek geopolitik maupun ekonomi. Menurutnya, langkah ini berpotensi memberikan manfaat bagi dunia dan meningkatkan hubungan jangka panjang antara kedua negara.

Pendekatan baru AS terhadap Rusia ini mencerminkan perubahan kebijakan signifikan di bawah pemerintahan Donald Trump, setelah sebelumnya Presiden Joe Biden memimpin upaya internasional untuk mengisolasi Rusia.

 

Pertemuan di Riyadh juga bertujuan membuka jalan bagi pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Meski demikian, baik Yuri Ushakov maupun Michael Waltz mengonfirmasi bahwa tanggal pertemuan tersebut belum ditentukan.

Ushakov menyebut bahwa pertemuan tersebut tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat, sementara Waltz memperkirakan bahwa pertemuan bisa terjadi dalam beberapa minggu mendatang.

Setelah pertemuan, Lavrov menegaskan bahwa AS dan Rusia telah sepakat untuk menunjuk perwakilan guna melakukan konsultasi rutin terkait Ukraina.

"Saya memiliki alasan untuk percaya bahwa pihak AS mulai lebih memahami posisi kami," ujar Lavrov.

Sementara itu, Witkoff menggambarkan diskusi berlangsung dengan suasana positif, penuh semangat, dan konstruktif.

"Semua orang hadir untuk mencapai hasil yang tepat," ungkapnya.

Pertemuan ini menjadi kontak paling signifikan antara kedua negara sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada 24 Februari 2022. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#rusia #Amerika Serikat #Ukraina #menteri luar negeri #hubungan bilateral