Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Wisatawan Asing Di India Berbondong-Bondong Pergi Pasca Insiden Kekerasan-Pemerkosaan

Bihan Mokodompit • Kamis, 13 Maret 2025 | 15:01 WIB
Wisatawan asing berbondong-bondong pergi dari Hampi, India
Wisatawan asing berbondong-bondong pergi dari Hampi, India

RADARTUBAN - Hampi, salah satu situs warisan dunia UNESCO di India, menjadi sorotan global setelah insiden tragis yang menimpa wisatawan asing di kawasan tersebut.

Ratusan turis asing dikabarkan meninggalkan kota kuil tersebut setelah serangan brutal yang menyebabkan seorang pria tewas dan dua wanita menjadi korban pemerkosaan.

 

Peristiwa ini terjadi di desa Sanapur, sekitar 28 km dari reruntuhan utama Hampi. Menurut laporan kepolisian, lima orang, yang terdiri dari dua wanita dan tiga pria, tengah menikmati pemandangan bintang saat tiga pria tak dikenal menghampiri mereka dengan sepeda motor.

Awalnya, para pelaku berpura-pura bertanya tentang lokasi pembelian bensin, lalu meminta uang sebesar 100 rupee.

Setelah hanya diberikan 20 rupee, situasi memanas, hingga akhirnya para pelaku mendorong ketiga pria ke dalam kanal Sungai Tungabhadra dan menyerang kedua wanita secara keji.

Dua pria berhasil melarikan diri dengan berenang, namun seorang pria asal Odisha ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa keesokan harinya.

Kepala Polisi Ram Arasiddi mengonfirmasi kejadian ini, menyatakan bahwa kelima korban mengalami serangan di dekat Sanapur.

"Dua di antara mereka adalah warga asing, yakni seorang pria asal Amerika dan seorang wanita asal Israel," katanya, dikutip dari BBC, Rabu (12/3).

Arasiddi juga menambahkan bahwa pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan menyeluruh dan memerintahkan penangkapan para tersangka.

 

Sebagai bekas ibu kota kerajaan Hindu Vijayanagara, Hampi telah menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh dunia, terutama dari Israel dan Eropa.

Namun, tragedi ini membuat hampir 90 persen turis asing memutuskan untuk meninggalkan daerah tersebut.

Virupaksha V Hampi, sekretaris jenderal asosiasi pemandu wisata Karnataka, menyatakan bahwa Hampi biasanya dikunjungi lebih dari 100.000 wisatawan asing setiap tahunnya.

"Sebagian besar turis, terutama dari Israel, telah membatalkan pemesanan mereka dan meninggalkan homestay sejak Kamis," ujar Syed Ismael, seorang pemandu wisata.

Dia juga menyarankan agar wisatawan yang masih bertahan tidak bepergian sendirian dan tetap dalam kelompok demi keamanan.

Talia Zilber, 21, seorang turis asal Israel, mengungkapkan bahwa insiden ini memaksanya mengubah rencana perjalanan.

"Kami seharusnya tinggal di sini hingga perayaan Holi, tetapi sekarang kami akan pergi ke Rajasthan," katanya kepada media lokal.

 

Dalam waktu tiga hari setelah kejadian, kepolisian Karnataka berhasil menangkap ketiga tersangka.

Dua pelaku pertama ditangkap pada Sabtu (8/3), sementara tersangka ketiga berhasil ditangkap di negara bagian Tamil Nadu pada Minggu (9/3) dan segera dibawa ke Karnataka untuk menjalani interogasi lebih lanjut.

Kasus ini telah didaftarkan dengan berbagai tuduhan berat, termasuk pemerasan, perampokan, pemerkosaan beramai-ramai, serta percobaan pembunuhan.

Menteri Negara Bagian Karnataka, Shivaraj Tangadagi, mengimbau wisatawan agar lebih berhati-hati, terutama saat bepergian di malam hari.

"Serangan dan pemerkosaan terhadap warga negara Israel serta pemilik rumah singgah ini merupakan tindakan yang sangat keji," ujarnya.

 

Meskipun pemerintah India telah menerapkan undang-undang yang lebih ketat sejak kasus pemerkosaan brutal di Delhi pada 2012, kekerasan terhadap perempuan masih menjadi permasalahan serius.

Data dari Biro Catatan Kejahatan Nasional mencatat hampir 32.000 kasus pemerkosaan di India pada tahun 2022. Selain itu, insiden serupa yang menimpa wisatawan asing juga bukan kali pertama terjadi.

Pada tahun 2023, seorang turis asal Brasil-Spanyol mengalami pemerkosaan beramai-ramai di negara bagian Jharkhand, yang memicu kemarahan publik.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga telah memberikan pernyataan mengenai kasus ini. Dia mengakui laporan bahwa seorang warga negara AS termasuk di antara sekelompok korban kejahatan kekerasan di dekat Hampi.

Pemerintah India terus berupaya meningkatkan keamanan di destinasi wisata populer, namun insiden ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap wisatawan dan perempuan di India masih menjadi tantangan besar. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#india #Hampi #wisatawan asing #Pemerkosaan #Pergi #pemerasan #kekerasan