Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

PBB Peringatkan Dampak Besar Pemangkasan Bantuan AS terhadap Kemanusiaan Global

Bihan Mokodompit • Kamis, 13 Maret 2025 | 21:25 WIB

 

PBB peringatkan dampak pemangkasan bantuan AS untuk kemanusiaan global
PBB peringatkan dampak pemangkasan bantuan AS untuk kemanusiaan global

RADARTUBAN - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) memperingatkan bahwa pemangkasan bantuan luar negeri oleh Amerika Serikat dapat memberikan dampak besar terhadap operasi kemanusiaan global.

Bahkan, menurut OCHA, pemotongan ini bisa berakibat fatal bagi banyak orang yang bergantung pada bantuan tersebut.

Kepala OCHA, Tom Fletcher, menyatakan bahwa lebih dari 300 juta orang di dunia memerlukan dukungan kemanusiaan.

"Laju dan besarnya pemangkasan dana yang kami hadapi saat ini jelas menjadi guncangan besar bagi sektor kemanusiaan," ujarnya dalam konferensi pers, sebagaimana dikutip oleh AFP pada Kamis (13/3).

 

Menurut Fletcher, keputusan pemerintah AS untuk mengurangi anggaran bantuan kemanusiaan dapat menyebabkan konsekuensi serius.

"Banyak yang akan meninggal karena bantuan ini berkurang," katanya.

Sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu, Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) menjadi salah satu lembaga yang paling terdampak kebijakan pemangkasan anggaran.

Efek dari kebijakan ini sudah mulai dirasakan di berbagai negara.

Setelah sempat membekukan seluruh bantuan luar negeri untuk evaluasi ulang, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan pekan lalu bahwa mereka akan menghentikan sekitar 83 persen kontrak yang dimiliki oleh USAID.

 

Fletcher mengungkapkan bahwa pemotongan ini memaksa organisasi kemanusiaan, termasuk lembaga-lembaga di bawah PBB dan mitranya, untuk membuat keputusan sulit mengenai siapa yang harus diprioritaskan dalam mendapatkan bantuan.

"Kami menghadapi dilema besar dalam menentukan nyawa mana yang harus kami selamatkan lebih dulu," katanya, seraya mengakui bahwa selama ini lembaganya memang terlalu bergantung pada pendanaan dari AS.

Pada akhir tahun lalu, PBB memperkirakan bahwa sekitar 47,4 miliar dolar AS dibutuhkan untuk mendukung operasi kemanusiaan pada 2025.

Namun, jumlah tersebut hanya cukup untuk membantu sekitar 190 juta orang dari total populasi yang membutuhkan bantuan.

Tanpa kontribusi AS, yang selama ini telah menyelamatkan ratusan juta jiwa, Fletcher khawatir bahwa cakupan bantuan kemanusiaan global akan semakin menyusut.

"Saat ini, kolega saya di Jenewa sedang berusaha mencari cara agar kita dapat mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien guna menyelamatkan setidaknya 100 juta nyawa dalam tahun-tahun mendatang," ungkapnya.

Pemangkasan dana dari AS ini memunculkan tantangan besar bagi komunitas internasional dalam memastikan bahwa masyarakat yang paling rentan tetap mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan. (*)

 

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#luar negeri #as #kemanusiaan global #Dampak Besar #pbb #ocha #Amerika Serikat #pemangkasan bantuan