Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penumpang Tolak Pindah Kursi di Pesawat Viral, Kini Gugat Maskapai

Bihan Mokodompit • Sabtu, 15 Maret 2025 | 02:35 WIB
Ilustrasi kabin pesawat.
Ilustrasi kabin pesawat.


RADARTUBAN - Seorang perempuan asal Brasil, Jeniffer Castro, yang sempat menjadi sorotan publik.

Itu setelah menolak berpindah dari kursi jendela yang telah dia pilih dalam penerbangan, kini resmi mengambil langkah hukum terhadap maskapai penerbangan serta seorang penumpang yang merekamnya.

 

Dampak Viral dan Keputusan Menggugat

Jeniffer, yang sebelumnya bekerja di bank di Belo Horizonte, menjadi bahan perbincangan di dunia maya sejak insiden yang terjadi pada Desember 2024.

Mengutip laporan New York Post, Rabu (12/3/2025), rekaman kejadian tersebut ternyata diambil oleh penumpang lain—bukan oleh ibu dari anak kecil yang terlibat, seperti yang sempat beredar di media. Video tersebut kemudian memicu gelombang kritik dari netizen.

Namun, meski mendapatkan banyak kecaman, popularitas Jeniffer justru meningkat drastis. Akun Instagramnya melonjak hingga 2,1 juta pengikut, membuka peluang baru baginya untuk bekerja sama dengan berbagai merek sebagai influencer.

Meski demikian, Jeniffer kini menuntut maskapai GOL Airlines, meminta kompensasi atas dampak psikologis yang dia alami akibat peristiwa tersebut.

Dia tidak mengungkap nominal tuntutan dengan alasan privasi hukum, tetapi menegaskan bahwa langkah ini juga untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

 

Kronologi Insiden di Pesawat

Dalam pernyataannya, Jeniffer menjelaskan bahwa kejadian bermula saat dia naik pesawat dan menemukan seorang anak telah duduk di kursi yang telah dia pesan. Karena tahu bahwa kursi tersebut memang menjadi haknya, dia menunggu anak itu berpindah ke tempat duduk yang seharusnya.

“Saya menunggu dia pindah ke kursinya, lalu saya duduk di tempat saya,” ungkapnya.

Namun, situasi menjadi lebih rumit ketika seorang penumpang lain mulai merekamnya tanpa izin. Sepanjang penerbangan, anak tersebut terus menangis.

Meski menurut Jeniffer hal itu cukup mengganggu, dia memahami bahwa kondisi tersebut memang bisa terjadi saat bepergian.

“Yang mengejutkan saya adalah ada orang yang tidak ada hubungannya dengan situasi ini, tetapi malah merekam saya tanpa izin, menghina saya, dan berusaha mempermalukan saya di depan umum hanya karena saya memilih untuk duduk di tempat yang memang saya pesan,” katanya.

Rekaman tersebut akhirnya viral dan menimbulkan reaksi beragam dari masyarakat. Jeniffer mengaku bahwa dampaknya terhadap dirinya sangat besar, baik secara mental maupun profesional.

 

Hidup Berubah Drastis Akibat Insiden

“Saya tidak pernah membayangkan bahwa sesuatu yang tampaknya sepele bisa berubah menjadi masalah sebesar ini,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa akibat dari insiden ini, kariernya berubah total hingga membuatnya meninggalkan profesi sebelumnya.

“Saya adalah seorang bankir. Dalam kehidupan pribadi, saya sampai pada titik di mana saya hampir tidak berani keluar rumah. Selain dampak emosional, saya juga merasa takut, karena kita semua tahu bahwa ada banyak orang jahat di luar sana,” lanjutnya.

 

Langkah Hukum sebagai Bentuk Perlindungan Diri

Jeniffer kini berusaha melindungi haknya dengan mengambil langkah hukum terhadap maskapai dan pihak yang merekam video tanpa izin.

“Saya memutuskan untuk menuntut maskapai karena apa yang terjadi pada saya benar-benar memalukan. Situasi ini seharusnya tidak sampai sebesar ini,” ujarnya.

“Tidak ada yang pantas mengalami apa yang saya alami—direkam tanpa izin, dihina, dan diserang secara verbal hanya karena menggunakan hak dasar. Gugatan ini bukan hanya soal ganti rugi, tetapi juga untuk menetapkan batasan agar hal seperti ini tidak terulang. Setiap orang memiliki hak yang harus dihormati, terlepas dari opini orang lain,” tambahnya.

Hingga saat ini, pihak GOL Airlines belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan hukum yang diajukan Jeniffer.

 

Kasus Serupa di Dunia Penerbangan

Perdebatan mengenai hak penumpang dalam penerbangan bukan pertama kalinya terjadi. Pada 2022, seorang wanita bernama Dr. Sydney Watson juga mengajukan protes kepada maskapai American Airlines setelah merasa tidak nyaman karena duduk di antara dua penumpang berbadan besar selama tiga jam penerbangan.

Melalui unggahan di media sosial, Watson menyatakan ketidakpuasannya dan menulis, “Jika Anda membutuhkan perpanjangan sabuk pengaman, berarti Anda TERLALU GEMUK UNTUK BERADA DI PESAWAT.”

Menanggapi keluhan tersebut, American Airlines merespons dengan menyatakan bahwa mereka tidak mendiskriminasi penumpang berdasarkan bentuk atau ukuran tubuh. “Penumpang kami datang dalam berbagai ukuran dan bentuk. Kami menyesal jika Anda merasa tidak nyaman dalam penerbangan Anda,” tulis akun resmi maskapai di Twitter.

Namun, Watson mengaku tidak puas dengan jawaban tersebut dan melanjutkan kritiknya terhadap kebijakan maskapai terkait kenyamanan penumpang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Perlindungan Diri #insiden #kursi pesawat #New York Post #dunia maya #brasil