Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

9 Bulan di Luar Angkasa Bikin Kaki Astronot NASA Mengecil, Begini Kata Medis!

Mohammad Mukarom • Senin, 24 Maret 2025 | 00:05 WIB

 

Kondisi astronot NASA seusai kembali ke bumi.
Kondisi astronot NASA seusai kembali ke bumi.

RADARTUBAN - Setelah menjalani sembilan bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), dua astronot NASA, Barry "Butch" Wilmore dan Suni Williams, akhirnya kembali ke bumi.

Mereka mengalami berbagai perubahan fisiologis akibat paparan mikrogravitasi dalam jangka panjang, yang memengaruhi hampir seluruh sistem tubuh manusia.

Diketahui, di luar angkasa, tubuh tidak lagi bekerja seperti di bumi. Tanpa tarikan gravitasi, tulang dan otot kehilangan fungsi penopang, menyebabkan kepadatan tulang menurun dan otot menyusut drastis.

Astronot yang berada dalam kondisi ini dalam waktu lama akan berisiko mengalami osteoporosis dan atrofi otot, yang membuat mereka sulit berdiri tegak saat kembali ke bumi.

Selain itu, sistem peredaran darah mengalami perubahan besar akibat redistribusi cairan tubuh. Di luar angkasa, tanpa gravitasi yang menarik darah ke bagian bawah tubuh, cairan lebih banyak berkumpul di bagian atas, membuat wajah tampak membengkak dan kaki tampak mengecil, kondisi yang dikenal sebagai "kaki ayam".

Efek lainnya adalah gangguan pada sistem keseimbangan dan koordinasi motorik. Di bumi, otak terus-menerus menyesuaikan gerakan tubuh dengan gravitasi, tetapi di luar angkasa, sistem ini menjadi kurang aktif.

Akibatnya, astronot yang kembali ke bumi sering mengalami kesulitan berjalan dan memerlukan waktu untuk beradaptasi kembali dengan lingkungan normal.

Menurut dr. Joe Dervay, dokter penerbangan NASA, efek mikrogravitasi ini umumnya bersifat sementara, tetapi memerlukan rehabilitasi khusus agar tubuh bisa kembali seperti sediakala.

"Mereka sehat, tetapi pemulihan penuh membutuhkan waktu. Setiap astronot memiliki tingkat adaptasi yang berbeda," jelasnya.

Selain efek fisik, paparan luar angkasa juga memengaruhi sistem kekebalan, penglihatan, bahkan DNA astronot.

Beberapa studi menunjukkan bahwa perjalanan luar angkasa dalam jangka panjang dapat mengubah ekspresi genetik, bahkan meningkatkan risiko kondisi medis tertentu.

NASA memastikan bahwa meskipun mengalami perpanjangan misi, kondisi Wilmore dan Williams tetap dalam batas aman.

"Kami tidak melihat adanya dampak permanen, tetapi pemantauan jangka panjang tetap diperlukan," ujar Dina Contella, Wakil Manajer Program ISS NASA, baru-baru ini.

Wilmore dan Williams akan menjalani rehabilitasi intensif selama beberapa minggu untuk memulihkan kondisi tulang, otot, dan sistem tubuh lainnya.

Proses tersebut musti dijalaninya, setelah mendarat di perairan Teluk Meksiko menggunakan kapsul SpaceX Dragon pada Selasa sore (18/3) lalu. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#internasional #tubuh manusia #nasa #luar angkasa