RADARTUBAN - Teka-teki mengenai nasib Liam Lawson di Red Bull akhirnya terungkap. Pembalap kelahiran Selandia Baru tersebut akan digantikan oleh Yuki Tsunoda mulai ajang GP Jepang pada Minggu depan.
Sedangkan Liam akan mengisi slot pembalap Racing Bulls yang ditinggalkan oleh Tsunoda.
Dilansir dari The Telegraph, keputusan pertukaran pembalap antara Lawson dan Tsunoda sudah diambil, hanya saja masih ada beberapa detail kecil yang harus di selesaikan oleh Red Bull.
Kepala tim Red Bull, Cristian Horner mengaku dia sempat berpikir untuk menukar kursi Pembalapnya malam hari setelah GP Tiongkok berakhir.
Tetapi keputusan menggantikan Lawson dengan Tsunoda resmi diambil setelah Red Bull mengadakan rapat darurat di Dubai yang dihadiri oleh pemegang saham Red Bull, Chalerm Yoovidhya pada Selasa kemarin(25/3).
Selain itu terdapat kabar mengenai kemungkinan Honda yang terus berusaha berdiskusi dengan pihak Red Bull untuk segera mempromosikan Tsunoda di tim utama.
Hal ini mencuat mengingat hubungan antara Honda dengan Tsunoda sudah terjadi sejak pembalap 24 tahun tersebut memulai karir profesionalnya.
Liam Lawson jelas mendapatkan tekanan besar di Red Bull yang belum pernah dia alami sebelumnya.
Pasalnya debut Lawson di GP Australia tak berjalan mulus setelah dia gagal finis karena insiden.
Selanjutnya dia menepati posisi ke-20 saat kualifikasi maupun sprint race di Tiongkok.
Jelas ini bukan hal yang menyenangkan bagi Red Bull. Pasalnya tim berlogo banteng tersebut tengah berusaha untuk bersaing di papan atas Formula 1 setelah kecolongan juara konstruktor oleh McLaren musim lalu.
Apalagi mereka kini tidak sedominan musim 2022 dan 2023 akibat pengembangan mobil yang sudah mentok sedangkan rivalnya terus mengalami peningkatan performa.
Cristian Horner mengaku timnya telah semaksimal mungkin untuk memberikan set up mobil yang terbaik bagi Lawson.
Dia pun berpendapat Lawson mempunyai potensi hanya saja saat ini Red Bull tidak menyadarinya.
"Liam jelas sedang berjuang dengan mobilnya saat ini, itulah sebabnya kami membuat beberapa perubahan signifikan hari ini untuk melihat apakah kami dapat menemukan set-up yang lebih membangkitkan rasa percaya dirinya," kata Horner dikutip dari Telegraph (26/3).
"Saya pikir Liam masih memiliki potensi, hanya saja kami belum menyadarinya saat ini," tambahnya.
Digantinya Liam Lawson dengan Tsunoda akan menimbulkan banyak pertanyaan mengenai kondisi internal RedbBull mengingat Liam baru menjalani dua balapan di musim ini.
Beberapa sumber mengatakan tim tidak yakin dengan arah kebijakan petinggi Red Bull yang membuat tim ini seolah kebingungan mengenai arah development mereka.
Kabarnya Red Bull bersama Ferrari dan Mercedes akan berusaha mempertahankan regulasi saat ini hingga 2027 sebelum akhirnya Formula 1 membali ke mesin V10 pada tahun 2028. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni