RADARTUBAN - Pink Moon atau Paschal Moon adalah fenomena bulan purnama yang akan muncul pada malam tanggal 12 April 2025, tepatnya pukul 19.22 WIB.
Berdasarkan laporan dari Space pada Selasa (8/4), posisi matahari dan bulan berada disisi yang bersebrangan dengan bumi adalah yang menyebabkan Pink Moon ini terjadi.
Pada saat itu, orbit bulan sedikit miring terhadap bidang orbit Bumi, hal tersebut menyebabkan bulan tidak selalu berada dalam bayangan Bumi saat menyelesaikan putarannya. Karena bulan tampak terang sepenuhnya pada posisi ini jika terlihat dari Bumi.
Meskipun fenomena ini bernama Pink Moon, bulan tidak benar-benar tampak berubah warna menjadi merah muda.
Nama Pink Moon sendiri diambil dari mekarnya bunga phlox, yakni tanaman berbunga merah muda yang dapat ditemukan di Amerika Utara dan mekar pada musim semi.
Selain biasa disebut Pink Moon, bulan purnama di bulan April ini juga dikenal dengan nama lain seperti Sprouting Grass Moon (Bulan Rumput Tumbuh), Egg Moon (Bulan Telur), dan Fish Moon (Bulan Ikan).
Masyarakat Ojibwe di Amerika Utara menyebutnya dengan nama Sucker Moon, sebagaimana disebut oleh Ontario Native Literacy Coalition.
Perlintasan bulan purnama melintasi bintang terang Spica juga akan menyertai fenomena Pink Moon ini.
Peristiwa langit ini bisa disaksikan oleh pengamat di wilayah Amerika Tengah, Amerika Selatan, serta bagian pesisir selatan Afrika Selatan.
Selain bulan purnama, di malam yang sama juga akan memperlihatkan kemunculan beberapa planet.
Di wilayah lintang utara dan tengah seperti New York, planet Jupiter akan terlihat di langit barat hingga sekitar pukul 12.02 dini hari.
Mars akan tampak tinggi di barat daya mulai pukul 8 malam yang dapat dilihat dari warna oranyenya.
Planet Venus akan muncul menjelang pagi, sekitar pukul 4:51 waktu setempat, dan tetap terang hingga fajar pukul 6.20.
Namun, Saturnus dan Merkurius tidak dapat dilihat dari wilayah ini karena terhalang oleh cahaya matahari.
Selain itu, di lokasi lebih selatan seperti Miami, Venus juga akan tampak dan lebih lebih tinggi, Venus ini mulai terlihat sekitar pukul 5.20 pagi.
Saturnus dan Merkurius pun bisa diamati menjelang matahari terbit, dengan posisi sekitar 10 dan 9 derajat di atas cakrawala pada pukul 6.30 pagi.
Di daerah sekitar khatulistiwa seperti Singapura,Venus, Saturnus, dan Merkurius akan terlihat membentuk formasi segitiga saat fajar, dengan Venus berada pada posisi tertinggi.
Sedangkan di Bumi bagian selatan seperti Buenos Aires, planet Jupiter dan Mars akan terlihat di langit barat setelah matahari terbenam.
Setelah itu, saat menjelang pagi, Venus, Saturnus, dan Merkurius akan terbit hampir bersamaan dan terlihat jelas sebelum matahari muncul pada pukul 7.15 pagi, dalam posisi hampir sejajar di bagian timur langit. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni