Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Temuan Baru yang Buat Astronom Tercengang, Planet Super Padat Seperti Bumi

Bihan Mokodompit • Sabtu, 12 April 2025 | 18:05 WIB
ilustrasi sistem planet baru
ilustrasi sistem planet baru

RADARTUBAN - Sebuah tim ilmuwan dari Jepang dan Eropa baru saja menemukan sistem planet baru yang unik dan ekstrem.

Sistem ini diberi nama K2-360, dan menariknya, mengorbit di sekitar bintang yang sangat mirip dengan Matahari kita. Lokasinya sendiri berada sekitar 750 tahun cahaya dari Bumi.

Yang bikin heboh, salah satu planetnya punya kepadatan luar biasa tinggi, bahkan masuk jajaran planet paling padat yang pernah ditemukan.

Temuan ini telah dipublikasikan di jurnal ilmiah Scientific Reports dan jadi bahan diskusi hangat di komunitas astronomi dunia.

 Baca Juga: Astronom Temukan Lubang Hitam Besar Misterius Menuju Galaksi Bima Sakti

Di sistem ini, para peneliti menemukan dua planet: K2-360 b dan K2-360 c. Planet pertama, K2-360 b, dikategorikan sebagai super-Earth, jenis planet yang ukurannya lebih besar dari Bumi, tapi masih lebih kecil dari Neptunus.

Diameternya sekitar 1,6 kali ukuran Bumi, tapi massanya justru mencapai 7,7 kali lebih berat dari Bumi.

Hebatnya lagi, planet ini hanya butuh waktu 21 jam buat mengelilingi bintangnya. Gokil, kan?

Gabungan ukuran dan massanya yang nggak biasa ini bikin K2-360 b dijuluki sebagai salah satu planet paling padat yang pernah diteliti secara mendetail.

Sementara itu, K2-360 c adalah planet luar yang lebih besar dan mengorbit setiap 9,8 hari sekali.

Massa minimumnya diperkirakan mencapai 15 kali Bumi, tapi karena tidak melintasi langsung di depan bintangnya dari sudut pandang kita (alias tidak transit), ukurannya masih jadi misteri.

Menariknya, para ilmuwan percaya bahwa interaksi gravitasi antara dua planet ini memegang peran penting.

Ada kemungkinan kalau K2-360 c mendorong planet K2-360 b lewat proses yang disebut migrasi eksentrisitas tinggi (high-eccentricity migration).

Awalnya, orbit K2-360 b berbentuk lonjong, tapi seiring waktu berubah jadi melingkar karena efek pasang surut dari bintangnya.

Kepadatan super tinggi dari K2-360 b memberi petunjuk bahwa dia mungkin dulunya adalah planet besar yang perlahan kehilangan atmosfernya.

Proses ini dikenal sebagai photoevaporation, penguapan atmosfer karena paparan radiasi ultraviolet dari bintang induk.

Kini, yang tersisa dari planet itu hanyalah inti berbatu yang kaya unsur logam, khususnya besi.

Hal ini membuat K2-360 b menjadi objek ideal untuk mempelajari bagaimana planet bisa berevolusi secara ekstrem karena pengaruh lingkungan bintang yang sangat dekat.

 Baca Juga: Galaksi Ultra-Difus Tunjukkan Rotasi Tak Terduga, Tantang Teori Kosmik

Untuk mengungkap asal-usul sistem K2-360, para peneliti menyusun simulasi numerik berdasarkan dugaan konfigurasi awal sistem.

Mereka menjalankan berbagai skenario dan membandingkannya dengan data observasi dari metode transit serta kecepatan radial.

Kalau cocok dan sistemnya stabil, berarti kemungkinan besar simulasi tersebut benar-benar mencerminkan perjalanan evolusi planet ini.

Menariknya, sistem K2-360 menawarkan kesempatan langka bagi ilmuwan untuk menguji berbagai teori migrasi planet, kehilangan atmosfer, dan perubahan komposisi inti.

Perbedaan karakter kedua planet, yang satu padat dan dekat, yang satu besar dan jauh, jadi bahan studi yang sangat berharga.

 Baca Juga: Lubang Hitam Besar Terdeteksi di Permukaan Matahari, Begini Pernyataan NASA

Penemuan K2-360 bukan cuma soal dua planet yang unik. Lebih dari itu, sistem ini membuka jalan untuk memahami evolusi sistem planet lain di alam semesta.

Dengan pendekatan simulasi yang sama, para astronom bisa menganalisis eksoplanet-eksoplanet baru yang akan ditemukan di masa depan.

Jadi, bisa dibilang, K2-360 bukan sekadar sistem planet biasa. Dia adalah laboratorium alam semesta, tempat kita bisa belajar banyak tentang masa depan tata surya lain di luar sana. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#matahari #neptunus #bumi #Astronom #astronomi #planet baru #Planet besar