RADARTUBAN - Paus Fransiskus meninggal dunia pada usia 88 tahun di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, pada Senin (21/4).
Menjelang wafatnya, Paus Fransiskus wariskan pesan penting terkait prosesi pemakamannya.
Dia meminta agar upacara pemakaman sederhana, menekankan bahwa itu adalah pemakaman seorang gembala dan pengikut Kristus, bukan pemakaman seorang yang berkuasa di dunia ini.
Uskup Agung Diego Ravelli menjelaskan bahwa ritus pemakaman yang diperbaharui ini akan menonjolkan aspek spiritual dan pelayanan Paus sebagai pendeta, bukan kemegahan duniawi.
Setelah kematiannya, jenazah Paus akan segera ditempatkan dalam peti mati di kapel tempat ia meninggal, sesuai prosedur yang telah disetujui Paus sebelumnya.
Baca Juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Serie A Tunda Sisa Laga Pekan ke-33 sebagai Tanda Berkabung
Selain itu, dalam pesan terakhirnya saat muncul di hadapan publik pada Hari Raya Paskah, Paus Fransiskus menyerukan perdamaian, khususnya mengingat penderitaan di Gaza.
Dia juga meninggalkan pesan spiritual yang menyentuh melalui media sosial, menegaskan bahwa "Kristus telah bangkit" sebagai simbol harapan dan kehidupan.
Paus Fransiskus dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan penuh kasih, serta aktif menyuarakan perdamaian dan keadilan sosial selama masa kepausannya.
Pesan sederhana terkait pemakamannya mencerminkan sikap hidupnya yang rendah hati dan dedikasi penuh untuk melayani sesama. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni