RADARTUBAN - Sebuah ledakan dahsyat mengguncang Pelabuhan Shahid Rajaee di Bandar Abbas, Iran bagian selatan, pada Sabtu (26/4).
Insiden ini menyebabkan sedikitnya 406 orang terluka dan dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara penyebab ledakan masih belum diketahui secara pasti.
Ledakan bermula dari beberapa kontainer yang tersimpan di area dermaga pelabuhan tersebut.
Api yang menyusul ledakan semakin membesar dan sulit dipadamkan, memicu evakuasi besar-besaran serta penutupan sekolah dan kantor di sekitar wilayah Bandar Abbas untuk memudahkan penanganan darurat.
Pihak berwenang setempat, termasuk pejabat manajemen krisis provinsi Hormozgan, menyatakan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab ledakan.
Namun, otoritas nasional menegaskan bahwa ledakan ini tidak terkait dengan fasilitas penyulingan atau distribusi minyak yang ada di pelabuhan tersebut.
Getaran ledakan terasa hingga radius 50 kilometer dari lokasi kejadian, menyebabkan kerusakan berat pada bangunan di sekitar pelabuhan.
Tim penyelamat terus berupaya memadamkan api dan mengevakuasi korban yang terluka, sementara pusat transfusi darah setempat mengeluarkan seruan untuk donasi darah guna membantu penanganan medis.
Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, namun jumlah korban luka diperkirakan masih dapat bertambah seiring proses evakuasi dan penanganan yang berlangsung. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama