Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Minyak Mentah Anjlok Dipicu Kekhawatiran Permintaan Global Hingga Perang Dagang AS dan China

Bihan Mokodompit • Selasa, 29 April 2025 | 20:02 WIB
Harga minyak mentah anjlok
Harga minyak mentah anjlok

RADARTUBAN - Harga minyak mentah anjlok pada Senin (28/4), di tengah kekhawatiran pasar terhadap permintaan global.

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dinilai menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasar, menyebabkan harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) AS merosot.

Berdasarkan laporan yang ada, harga minyak mentah Brent turun sebesar USD 1,01 atau 1,51%, ditutup pada level USD 65,86 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah WTI AS juga melemah 97 sen atau 1,54%, mengakhiri sesi di USD 62,05 per barel.

Meskipun sempat mencatat kenaikan tipis dalam dua sesi sebelumnya, harga minyak mentah Brent tetap mencatatkan penurunan mingguan lebih dari 1% akibat ketidakpastian global.

Menurut analis PVM, John Evans, perang dagang antara AS dan China kini mendominasi sentimen investor, menggantikan isu lain seperti pembicaraan nuklir AS-Iran dan ketegangan dalam koalisi OPEC+.

"Perang dagang AS-China mendominasi sentimen investor dalam menggerakkan harga minyak," ujarnya.

Sinyal yang saling bertentangan dari Presiden AS Donald Trump dan pihak China terkait negosiasi tarif menambah ketidakpastian di pasar.

Pernyataan dari Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang tidak mendukung klaim Trump bahwa negosiasi dengan China sedang berlangsung, semakin memperkeruh situasi.

Pemerintah Beijing pun membantah adanya pembicaraan lanjutan dengan AS. Analis Price Futures Group, Phil Flynn, mengatakan,

“Banyak yang mencari tahu apa yang akan terjadi di pasar dalam 24 hingga 48 jam ke depan," tambahnya,

"Apakah kita akan membom Iran? Apakah China akan membeli lebih banyak minyak mentah?” jelasnya.

Sementara itu, beberapa anggota OPEC+ diperkirakan akan mengusulkan percepatan kenaikan produksi minyak untuk bulan kedua berturut-turut dalam pertemuan mereka pada 5 Mei.

Analis BNP Paribas, Aldo Spanjer, dalam sebuah catatan mengemuk Pendapatnya.

“Sentimen telah berubah lebih pesimis sejak perkiraan kami bulan lalu dengan pelonggaran OPEC+ yang lebih agresif, dan keraguan yang menyertai tentang persatuan dalam kartel minyak tersebut” ungkap Aldo.

BNP Paribas memperkirakan harga minyak mentah Brent akan berada di kisaran USD 60-an per barel untuk kuartal kedua tahun ini.

 

Ketegangan politik turut memperburuk situasi harga minyak mentah dunia. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, menyatakan dirinya tetap "sangat berhati-hati" mengenai peluang keberhasilan negosiasi nuklir dengan AS yang berlangsung di Oman.

Di sisi lain, Iran baru saja dilanda ledakan dahsyat di pelabuhan terbesar Bandar Abbas, menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 1.200 orang, berdasarkan laporan media pemerintah Iran. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harga minyak mentah anjlok #Amerika Serikat #China #perang dagang