RADARTUBAN - NASA mengungkap asal usul emas di Bumi ternyata berasal dari luar angkasa, bukan terbentuk langsung di planet kita.
Penelitian terbaru yang menggunakan data teleskop NASA dan ESA menunjukkan bahwa emas dan elemen berat lain terbentuk dari letusan dahsyat di bintang neutron super ekstrem yang disebut magnetar.
Magnetar adalah sisa bintang yang sangat padat dan memiliki medan magnet luar biasa kuat.
Saat kerak magnetar "pecah" dan melepaskan energi besar yang disebut suar magnetar, proses ini diduga menghasilkan sekitar 10 persen elemen berat di alam semesta, termasuk emas.
Sebelumnya, ilmuwan juga meyakini emas terbentuk dari tabrakan dua bintang neutron, fenomena yang menghasilkan semburan sinar gamma dan elemen berat dalam jumlah besar.
Tabrakan ini memicu pembentukan emas yang kemudian tersebar ke alam semesta dan akhirnya terkumpul di Bumi miliaran tahun lalu.
Selain itu, emas yang ada di Bumi sebagian besar terkubur di inti planet, yang terbentuk saat besi cair tenggelam ke pusat Bumi pada masa awal pembentukan planet.
Logam mulia ini kemudian terbawa oleh tabrakan meteorit yang menghantam Bumi setelah inti terbentuk, melapisi kerak Bumi dengan emas dan unsur berat lainnya yang kini kita tambang.
Singkatnya, emas di Bumi berasal dari proses kosmik ekstrem di luar angkasa-baik dari suar magnetar maupun tabrakan bintang neutron-yang kemudian tersebar dan terkumpul di planet kita melalui proses geologi dan hantaman meteorit. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni