Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Warren Buffett Mundur dari Posisi CEO Berkshire Hathaway, Perusahaan yang Membuat Dia Kaya Raya

Nadia Nafifin • Minggu, 4 Mei 2025 | 18:05 WIB
Warren Buffett membuat keputusan mengejutkan dengan mundur dari CEO Berkshire Hathaway.
Warren Buffett membuat keputusan mengejutkan dengan mundur dari CEO Berkshire Hathaway.

RADARTUBAN - Warren Buffett, miliarder asal Amerika Serikat yang dikenal sebagai "Peramal Omaha", mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO di Berkshire Hathaway.

Dia menyatakan akan meminta dewan direksi perusahaan untuk menunjuk Greg Abel sebagai CEO pada akhir tahun ini.

Abel sendiri telah dipilih sebagai calon pengganti CEO sejak tahun 2021.

Keputusan Buffett yang kini berusia 94 tahun untuk mundur dari Berkshire Hathaway mengejutkan ribuan pemegang saham yang hadir dalam rapat tahunan perusahaan.

"Besok, kami akan mengadakan rapat dewan Berkshire, dan kami memiliki 11 direktur. Dua direktur, yang merupakan anak-anak saya, Howie dan Susie, tahu apa yang akan saya bicarakan di sana," kata Buffett, dalam beberapa menit terakhir rapat Berkshire, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (4/5).

Sisanya, ini akan menjadi berita baru bagi mereka, tetapi saya pikir waktunya telah tiba di mana Greg harus menjadi kepala eksekutif perusahaan pada akhir tahun," lanjut dia.

Pada tahun 1965, Buffett membeli pabrik tekstil New England yang tengah bangkrut, dan selama enam dekade dia berhasil mengubah perusahaan tersebut menjadi sebuah konglomerat yang luar biasa.

Dengan bisnis yang mencakup asuransi Geico hingga BNSF Railway.

Buffett dengan senang hati menyerahkan kendali perusahaan saat saham Berkshire Hathaway baru saja mencapai level tertinggi, membawa kapitalisasi pasar perusahaan hampir mencapai US$ 1,2 triliun.

Meskipun mengundurkan diri, Buffett menyatakan bahwa dia akan tetap "berada di sana" untuk memberikan bantuan.

Namun keputusan akhir terkait operasional perusahaan dan penggunaan modal akan sepenuhnya berada di tangan Abel, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua untuk operasi non-asuransi di Berkshire.

"Saya yakin saya bisa membantu dalam hal tertentu, jika kita mengalami periode peluang besar atau apa pun," tambahnya.

Buffett memuji Abel di hadapan sekitar 40 ribu pemegang saham pada hari Sabtu, dengan mengatakan bahwa gaya manajerial Abel lebih cocok untuk mengelola lebih dari 60 anak perusahaan Berkshire.

"Ini bekerja jauh lebih baik dengan Greg daripada dengan saya karena, Anda tahu, saya tidak ingin bekerja sekeras dia," kata Buffett.

"Saya bisa lolos dengan itu karena kami memiliki bisnis yang pada dasarnya bagus, bisnis yang sangat bagus," lanjutnya.

Abel, yang lahir di Edmonton, Alberta, Kanada, telah bekerja selama 25 tahun di Berkshire.

Dia bergabung dengan perusahaan tersebut pada tahun 2000, ketika Berkshire mengakuisisi MidAmerican Energy, dan kemudian menjadi CEO pada tahun 2008.

Sebelumnya, Abel bekerja di CalEnergy, di mana ia berhasil mengubah perusahaan energi panas bumi kecil itu menjadi bisnis energi yang lebih terdiversifikasi.

Mengenai alokasi modal, Abel menyatakan bahwa ia akan mengikuti gaya investasi nilai Buffett yang sabar dan siap memanfaatkan cadangan kas besar Berkshire yang mencapai US\$ 347 miliar untuk mengambil peluang investasi yang baik.

"Itu benar-benar filosofi investasi dan bagaimana Warren dan tim telah mengalokasikan modal selama 60 tahun terakhir," kata Abel.

"Sungguh, itu tidak akan berubah. Dan itu adalah pendekatan yang akan kami ambil seiring berjalannya waktu," tegasnya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#perusahaan #ceo #reuters #warren buffett #saham #kanada #Berkshire Hathaway