Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Raja Charles III Kecewa Berat atas Respons Pangeran Harry Usai Kalah Banding soal Keamanan

Cicik Nur Latifah • Senin, 5 Mei 2025 | 19:00 WIB

Pangeran Harry keluar dari gedung Pengadilan Tinggi London pada Rabu, 9 April 2025.
Pangeran Harry keluar dari gedung Pengadilan Tinggi London pada Rabu, 9 April 2025.

RADARTUBAN – Upaya Pangeran Harry untuk memperjuangkan kembali hak pengamanan kerajaan bagi dirinya dan keluarganya berujung kekalahan di pengadilan dan memicu reaksi keras dari Raja Charles III.

Sang raja dilaporkan merasa kecewa dan frustrasi terhadap sikap anak bungsunya, terutama setelah wawancara Harry yang kembali menggugah kontroversi lama.

Mahkamah Banding Inggris pada 2 Mei 2025 menolak upaya hukum Harry untuk memulihkan pengawalan negara yang selama ini diberikan kepada anggota keluarga kerajaan aktif.

Sejak memutuskan mundur dari tugas-tugas kerajaan pada 2020 dan menetap di Amerika Serikat, perlindungan resmi bagi Harry dan Meghan Markle pun dicabut.

Baca Juga: Pangeran Harry Dapat Ucapan Selamat Ulang Tahun ke 40 dari Kerajaan Inggris, Hubungan Sudah Membaik?

Keputusan pengadilan itu menilai bahwa meski kekhawatiran Harry tentang keselamatan keluarga bisa dimengerti, secara hukum tidak ada dasar yang kuat untuk memenuhi permohonannya.

Akibatnya, Harry kini harus menanggung biaya hukum yang mencapai £1,5 juta (sekitar Rp 33 miliar).

Menurut sumber istana yang dikutip The Sun, Raja Charles kecewa karena Harry dianggap mengabaikan prinsip netralitas konstitusional dengan mencoba melibatkan sang raja secara tidak langsung dalam perkara hukum itu.

“Sang raja tidak ingin terseret dalam urusan hukum yang seharusnya berada di ranah institusi, bukan personal,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga: Status Imigrasi Pengeran Harry Dipertanyakan, Isu Pengakuannya Gunakan Narkoba Kembali Jadi Sorotan

Kekecewaan itu makin dalam setelah wawancara terbaru Harry bersama BBC, di mana ia menyampaikan keinginannya untuk berdamai dengan keluarga kerajaan.

Tetapi tetap menuding beberapa anggota keluarga sebagai pihak yang tidak akan pernah memaafkannya, terutama setelah penerbitan buku Spare.

Harry juga menyinggung soal kesehatan sang ayah yang tengah berjuang melawan kanker prostat.

“Saya ingin rekonsiliasi, apalagi melihat kondisi ayah. Tapi jika mereka menolak, itu hak mereka,” kata Harry.

Namun, ia menegaskan bahwa belum ada rencana untuk membawa Meghan serta kedua anak mereka, Archie dan Lilibet kembali ke Inggris.

Dia menyebut situasi keamanan yang tidak kondusif sebagai alasan utama.

Di sisi lain, hubungan dengan sang kakak, Pangeran William, juga disebut makin renggang.

Harry menyebut bahwa masalah keamanan ini menjadi "titik kritis" dan mengakui bahwa pengakuan-pengakuannya di masa lalu memperburuk keadaan.

Istana Buckingham sendiri menanggapi perkara ini secara singkat. “Masalah ini telah ditinjau secara menyeluruh dan keputusan pengadilan konsisten,” ujar juru bicara istana.

Meski masih memiliki opsi mengajukan banding ke Mahkamah Agung, arah perjuangan hukum Pangeran Harry tampaknya semakin berat.

Sementara itu, ketegangan dalam keluarga kerajaan Inggris pun kembali mencuat ke permukaan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pengeran Harry #pengamanan kerajaan #raja charles iii #keamanan