Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penemuan Gugus Galaksi Terbesar Ungkap Awal Mula Alam Semesta, Begini Penjelasannya

Bihan Mokodompit • Selasa, 6 Mei 2025 | 16:26 WIB
Ilustrasi galaksi di angkasa luar.
Ilustrasi galaksi di angkasa luar.

RADARTUBAN - Penemuan gugus galaksi terbesar oleh tim astronom internasional menandai pencapaian luar biasa dalam dunia kosmologi.

Berkat kecanggihan Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST), para ilmuwan berhasil mengidentifikasi ribuan gugus galaksi dalam survei inframerah terbesar sepanjang sejarah, membuka wawasan baru tentang struktur besar alam semesta. 

Gugus Galaksi Terbesar Terdeteksi Melalui Survei COSMOS-Web

Dalam laporan yang dikutip dari Phys pada Senin (05/05/2025), para ilmuwan menjelajahi wilayah langit bernama COSMOS-Web, yang merupakan survei inframerah terbesar JWST.

Dengan cakupan luas dan sensitivitas tinggi, teleskop ini berhasil mengungkap sekitar 1.678 gugus galaksi, menjadikannya sampel terbesar dan terdalam yang pernah ditemukan.

JWST memungkinkan para peneliti melihat objek yang terbentuk sekitar 12 miliar tahun lalu, hanya 800 juta tahun setelah Big Bang.

Hal ini memberikan gambaran awal dari evolusi kosmik dan pembentukan gugus galaksi. 

Gugus Galaksi: Kunci Memahami Evolusi Alam Semesta

Gugus galaksi bukan hanya sekumpulan bintang dan planet, melainkan struktur kosmik besar yang saling terikat oleh gravitasi.

Mereka dipenuhi materi gelap, gas panas, dan seringkali memiliki lubang hitam supermasif di pusatnya.

Dalam studi ini, hampir 1.700 gugus galaksi teridentifikasi sebagai bagian dari cosmic web, struktur jaring-jaring kosmik yang menjadi fondasi pembentukan alam semesta modern.

Peran James Webb dalam Menguak Awal Mula Semesta

Teleskop James Webb terbukti sangat andal dalam menangkap cahaya dari objek yang sangat redup dan jauh.

Dengan kemampuannya, JWST memungkinkan pengamatan terhadap semesta saat usianya belum mencapai satu miliar tahun.

Teknologi ini membuka akses bagi para ilmuwan untuk menelusuri formasi galaksi dan proses kosmik yang berlangsung miliaran tahun lalu. 

Pembentukan Struktur Galaksi dalam Jaringan Kosmik

Para ilmuwan kini dapat melacak bagaimana galaksi berevolusi dalam kelompok selama miliaran tahun waktu kosmik.

Sebagian besar galaksi, termasuk Bima Sakti, hidup dalam sistem sosial kosmik yang disebut grup atau gugus galaksi.

Bima Sakti sendiri berada dalam Local Group, yang termasuk galaksi Andromeda, Triangulum, dan puluhan galaksi kecil lainnya, semuanya bagian dari Supergugus Virgo.

Dampak Temuan terhadap Model Kosmologis Modern

Penemuan gugus galaksi terbesar ini bukan hanya mencerminkan kecanggihan James Webb, tetapi juga membuka peluang bagi pengembangan model kosmologis yang lebih akurat.

Dengan data baru ini, ilmuwan dapat memahami lebih dalam peran materi gelap dan energi gelap dalam membentuk struktur semesta.

Data dari JWST juga memperkaya penelitian tentang formasi awal galaksi dan evolusinya. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#big bang #Gugus #planet #Astronom #internasional #bintang #galaksi #teleskop #luar angkasa