Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Seram Seperti Film Horor! Nagoro, Desa Unik di Jepang Ini Berisi Penduduk Berbentuk Boneka

Amaliya Syafithri • Rabu, 7 Mei 2025 | 14:27 WIB
Salah satu rumah warga di Desa Nagoro, Jepang yang berpenghuni boneka.
Salah satu rumah warga di Desa Nagoro, Jepang yang berpenghuni boneka.

RADARTUBAN - Jepang adalah negara maju dengan sumber daya manusia yang mumpuni.

Jika berbicara tentang Jepang, maka kita akan teringat pada teknologi maupun pendidikannya yang baik.

Akan tetapi, perkembangan seiring waktu tidak hanya memberikan timbal balik positif, tetapi juga negatif bagi wilayah-wilayah kecil seperti desa.

Siapa sangka, ada sebuah desa bernama Nagoro yang terletak di lembah sunyi Perfektur Tokushima.

Desa ini ramai bukan oleh manusia, tetapi boneka yang ditata sedemikian rupa sama halnya seperti kehidupan manusia pada umumnya.

Boneka-boneka itu ditata berdiri diam di halte, sekolah, rumah-rumah, seolah mereka adalah gambaran masa lalu di saat desa itu belum banyak ditinggalkan.

Dulu desa Nagoro adalah sebuah desa yang ramai, sama saja seperti desa-desa pada umumnya.

Namun, seiring berjalannya waktu di mana penduduknya yaitu anak-anak muda mulai pergi ke kota maka desa itu menjadi sepi. Lebih sunyi dari yang dibayangkan.

Kesunyian itu pun perlahan mulai berubah ketika salah satu penduduk Desa kembali ke tempat itu, namanya Tsukimi Ayano.

Karena Desa sangat sepi, Ayano membuat boneka pertamanya dengan tujuan untuk menakuti burung.

Kemudian, Ayano mulai membuat boneka-boneka lainnya menyerupai warga-warga yang pernah tinggal di sana, teman-temannya, para petani, guru sekolah, bahkan anggota keluarganya sendiri.

Setiap boneka yang dibuat memiliki kenangan tersendiri dengan bentuk wajah dan pakaiannya.

Ayano juga membuat boneka-boneka menyerupai murid-murid di sekolah. Boneka-boneka itu tertata rapi di ruang kelas seperti murid-murid yang sedang belajar.

Perlu diketahui bahwa sekolah-sekolah di Desa Nagoro sudah lama sepi dan tutup.

Boneka-boneka itu hadir sebagai pengganti atas kenangan yang takkan pernah terlupakan di sekolah yang sepi.

Kini, Desa Nagoro dikenal dunia sebagai "Desa Boneka" karena penduduknya kebanyakan adalah boneka-boneka yang dibuat oleh Ayano.

Sungguh hal yang unik, dan bisa membuat jurnalis, fotografer, dan wisatawan datang ke sana untuk menyaksikan kisah dibalik boneka-boneka itu.

Kisah hidup yang abadi dalam setiap sulaman benang dan kapas Ayano.

Namun, adanya Desa boneka ini membuktikan segala realita pahit yang ada. Desa-desa kecil di Jepang perlahan kalah oleh urbanisasi dan krisis demografi.

Boneka-boneka yang disulam oleh Ayano menjadi simbol kenangan hidup dan segala bentuk realita yang ada dan akan selalu diingat.

Berkat Ayano, segala kenangan yang ada di Desa Nagoro bisa disaksikan oleh banyak orang. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#penduduk #Desa Boneka #teknologi #jepang #Nagoro #Negara