Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Penemuan Fragmen Bulan 2024 PT5: Menguak Misteri Benda Langit Dekat Bumi

Ika Nur Jannah • Kamis, 8 Mei 2025 | 15:33 WIB
Penemuan Fragmen Bulan 2024 PT5
Penemuan Fragmen Bulan 2024 PT5

RADARTUBAN- Pada Agustus 2024, para astronom di Afrika Selatan berhasil mendeteksi sebuah objek kecil yang bergerak sangat dekat dengan Bumi.

Objek ini kemudian diberi nama 2024 PT5.

Namun, 2024 PT5 bukanlah asteroid biasa. Para ilmuwan menduga benda langit ini merupakan fragmen batuan Bulan yang terlempar jauh ke luar angkasa jutaan tahun lalu.

Objek 2024 PT5 memiliki ukuran sekitar 8 hingga 12 meter dengan kecepatan yang sangat lambat, hanya sekitar 4 kilometer per jam.

Kecepatan yang rendah ini membuatnya menjadi objek menarik untuk diamati oleh program Accessible Near-Earth Object (MAN), yang fokus mempelajari benda-benda langit yang berada dekat dengan Bumi.

Analisis para ilmuwan menunjukkan bahwa komposisi batuan 2024 PT5 sangat mirip dengan sampel batuan Bulan yang pernah diambil dari misi Apollo dan Luna Soviet.

Kesamaan ini memperkuat dugaan bahwa 2024 PT5 adalah pecahan batuan yang terbentuk akibat benturan benda langit besar yang memecah permukaan Bulan dan melemparkan fragmen ke luar angkasa.

Objek seperti 2024 PT5 disebut "minimoon" karena mereka adalah benda kecil yang sementara mengorbit Bumi.

Berbeda dengan Bulan sebagai satelit alami utama, minimoon memiliki orbit yang tidak permanen dan bisa masuk serta keluar dari orbit Bumi dalam waktu tertentu.

Fenomena ini membuka kemungkinan adanya populasi minimoon lain yang belum terdeteksi di sekitar Bumi.

Penemuan fragmen seperti 2024 PT5 memberikan wawasan baru tentang sejarah tata surya dan dinamika benda langit kecil yang mengelilingi Bumi.

Selain itu, studi ini juga membantu para ilmuwan memahami risiko benturan benda langit dengan Bumi.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa ancaman dari minimoon ini sangat kecil dan hampir tidak membahayakan planet kita.

Dengan kemajuan teknologi teleskop canggih, para peneliti berharap dapat menemukan lebih banyak fragmen serupa di masa depan.

Penemuan ini tidak hanya mengungkap misteri keberadaan batuan Bulan yang tersesat, tetapi juga memperkaya pengetahuan kita tentang asal-usul batuan Bulan dan interaksi benda langit kecil di sekitar Bumi. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#afrika selatan #Objek kecil #bumi #Astronom #2024 PT5 #bulan