Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Isi Pidato Pertama Paus Leo XIV, Kenang Paus Fransiskus dan Serukan Perdamaian Persatuan

Ika Nur Jannah • Jumat, 9 Mei 2025 | 13:55 WIB
Paus Leo XIV yang terpilih menggantikan Paus Fransiskus saat berpidato.
Paus Leo XIV yang terpilih menggantikan Paus Fransiskus saat berpidato.

RADARTUBAN - Paus Leo XIV, yang baru saja terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik Roma ke-267, menyampaikan pidato perdananya dari balkon Basilika Santo Petrus pada Kamis (8/5).

Dalam pidato tersebut, Paus Leo XIV menekankan pesan perdamaian, persatuan, dan penghormatan mendalam kepada pendahulunya, Paus Fransiskus.

Pidato Paus Leo XIV diawali dengan salam damai yang menjadi ciri khas sapaan Kristiani.

"Damai menyertai kalian semua!" tutur dia yang juga menegaskan bahwa salam ini adalah sapaan pertama dari Kristus yang bangkit, Sang Gembala Baik yang telah memberikan nyawa-Nya bagi umat manusia

Paus Leo XIV berharap pesan damai ini dapat masuk ke dalam hati setiap orang, menjangkau keluarga, masyarakat, dan seluruh bangsa di dunia.

Dalam pidatonya, Paus Leo XIV secara khusus mengenang dan mengucapkan terima kasih kepada Paus Fransiskus.

Dia mengajak umat Katolik untuk mengingat suara lembut namun berani dari Paus Fransiskus yang memberkati Roma dan dunia pada pagi Paskah terakhir.

"Izinkan saya untuk melanjutkan berkat yang sama itu. Tuhan mengasihi kita, kita semua, kejahatan tidak akan menang. Kita semua berada di tangan Tuhan," ujarnya.

Dia menegaskan bahwa umat Katolik harus bersatu, tanpa rasa takut, dan selalu bergandengan tangan dengan Tuhan serta sesama manusia.

Paus Leo XIV mengajak seluruh umat untuk berjalan bersama sebagai Gereja yang satu, mencari perdamaian dan keadilan.

Dia menyampaikan terima kasih kepada para kardinal yang telah memilihnya sebagai penerus Santo Petrus. Paus juga menegaskan identitasnya sebagai putra Santo Agustinus, seorang Agustinian, dan mengutip,

"Bersamamu saya seorang Kristen, bagimu saya seorang uskup,'' lanjut dia. 

Dia mengajak Gereja untuk menjadi gereja misioner yang membangun jembatan melalui dialog dan perjumpaan.

Serta selalu terbuka menerima siapa pun yang membutuhkan kasih dan kehadiran.

Pidato Paus Leo XIV ditutup dengan ajakan untuk berdoa bersama, memohon kepada Bunda Maria agar selalu mendampingi Gereja dan seluruh umat manusia.

Dia menekankan pentingnya menjadi Gereja yang berjalan bersama, selalu mencari damai, kasih, dan kedekatan, terutama kepada mereka yang sedang menderita.

Dengan pidato perdananya yang penuh harapan dan penghormatan, Paus Leo XIV menegaskan komitmennya untuk melanjutkan warisan Paus Fransiskus dan membawa Gereja Katolik ke arah persatuan, dialog, serta perdamaian bagi dunia. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#gereja katolik #roma #fransiskus #Kristiani #paus leo