RADARTUBAN- Disneyland Abu Dhabi resmi diumumkan sebagai destinasi resor global ketujuh dari perusahaan hiburan raksasa Amerika Serikat, Disney.
Proyek ini menjadi tonggak sejarah karena menandai kehadiran perdana Disney di kawasan Timur Tengah.
Lokasi strategis dan desain mutakhir menjadikan Disneyland Abu Dhabi sebagai proyek taman hiburan paling ambisius yang pernah dirancang Disney.
Kerja sama pembangunan taman hiburan ini dilakukan antara Disney dan Miral, pengembang destinasi terkemuka di Abu Dhabi.
Dalam kemitraan ini, Miral memegang kendali penuh atas pembangunan dan operasional.
Sementara tim Disney Imagineers bertanggung jawab atas desain kreatif dan pengawasan operasional taman hiburan.
Resor hiburan ini dirancang mencakup satu taman utama serta sejumlah hotel pendukung, dengan target pembukaan pada awal dekade 2030.
Chairman Disney Experiences, Josh D’Amaro, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar perluasan bisnis, melainkan upaya memperkuat kehadiran Disney secara global.
Taman hiburan ini akan berlokasi di Yas Island, kawasan hiburan ikonik Abu Dhabi yang sudah dikenal lewat atraksi kelas dunia seperti SeaWorld, Yas Waterworld, dan Warner Bros World.
Letaknya hanya sekitar 20 menit dari pusat kota Abu Dhabi dan 50 menit dari Dubai, sehingga mudah dijangkau wisatawan domestik maupun mancanegara.
Abu Dhabi dinilai sebagai pilihan lokasi strategis karena kedekatannya dengan pasar besar seperti India serta populasi berdaya beli tinggi.
“Sekitar 500 juta orang di kawasan ini berpotensi menjadi pengunjung Disneyland Abu Dhabi,” ungkap D’Amaro dalam wawancara eksklusif bersama CNN.
Disney menyebut taman hiburan ini sebagai proyek paling maju dari segi teknologi.
Desain utamanya mengusung konsep futuristik, dengan istana berbentuk spiral kristal yang menggantikan gaya kastil klasik ala dongeng.
Ini juga akan menjadi resort Disney pertama yang berada langsung di tepi laut, memberikan pengalaman yang benar-benar baru bagi pengunjung.
“Setiap taman hiburan Disney dirancang untuk mencerminkan budaya dan karakter lokal. Di Abu Dhabi, kami ingin hal yang sama,” ujar D’Amaro.
Sentuhan budaya lokal akan menjadi bagian penting dari desain dan pengalaman pengunjung.
Salah satu keunggulan utama taman hiburan ini adalah pemanfaatan teknologi canggih, termasuk Unreal Engine, perangkat lunak yang biasa digunakan dalam pembuatan film dan video game.
Teknologi ini akan menciptakan wahana dengan pengalaman visual imersif dan interaktif.
“Kami sangat optimistis dengan potensi ini, terutama karena teknologi akan menjadi bagian inti dari pengalaman pengunjung,” tambah D’Amaro.
Langkah ini sekaligus menjadi upaya Disney untuk mempertahankan relevansinya di tengah ketatnya persaingan industri hiburan global.
Meskipun sempat mengalami penurunan kunjungan domestik tahun lalu, Disney melaporkan lonjakan kembali pada kuartal pertama 2025, khususnya di taman hiburan Amerika Serikat.
Untuk tahun fiskal 2024, segmen taman hiburan menyumbang sekitar 59 persen dari total pendapatan operasional perusahaan.
Ini menegaskan bahwa sektor taman hiburan tetap menjadi pilar utama bagi Disney di tengah tekanan dari industri streaming.
Sebaliknya, Disney menghadapi tantangan di pasar internasional seperti China, di mana terjadi penurunan kunjungan ke taman hiburan Shanghai dan Hong Kong karena dampak perang dagang.
Dengan kehadiran Disneyland Abu Dhabi, perusahaan berharap dapat memperluas jangkauan pasar internasional ke kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni