Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

6 Hewan yang Pernah Jadi Agen Rahasia, Ditugaskan Mengemban Misi yang Tak Disangka

Muhammad Rizqi Mustofa Kamal • Rabu, 28 Mei 2025 | 19:40 WIB

 

Ilustrasi hewan yang pernah dilibatkan dalam misi rahasia CIA.
Ilustrasi hewan yang pernah dilibatkan dalam misi rahasia CIA.

RADARTUBAN - Dalam dunia intelijen yang dipenuhi rahasia dan strategi tersembunyi, bukan hanya manusia yang memainkan peran penting.

Sejumlah hewan ternyata pernah digunakan dalam misi mata-mata oleh negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Rusia.

Badan intelijen AS, CIA, dan rivalnya dari Uni Soviet, KGB, saling berlomba menciptakan metode canggih untuk membongkar rahasia musuh di balik Tirai Besi.

Di antara berbagai pendekatan unik yang pernah dicoba CIA adalah memanfaatkan hewan sebagai agen rahasia.

Ide ini bukan sekadar khayalan. 

Beberapa hewan benar-benar direkrut dan dilatih untuk menjalankan tugas intelijen.

Berikut adalah enam contoh nyata penggunaan hewan dalam operasi rahasia CIA yang tak lazim namun mengesankan:

1. Merpati

CIA melatih merpati untuk membawa kamera kecil yang dipasang di dadanya, guna mengambil foto udara dari lokasi-lokasi penting secara diam-diam.

Merpati dilepaskan di sekitar target, dan saat kembali ke kandang, kamera secara otomatis merekam gambar dari ketinggian rendah—wilayah yang tidak dapat dijangkau pesawat mata-mata.

Hewan ini dipilih karena mudah dilatih dan tidak menimbulkan kecurigaan.

Meskipun proyek ini dirahasiakan cukup lama, beberapa informasinya kini telah dipublikasikan di situs resmi CIA.

2. Kucing

Pada tahun 1964, CIA menginisiasi Project Acoustic Kitty, yaitu eksperimen menggunakan kucing sebagai alat penyadap.

Kucing tersebut dilengkapi mikrofon di telinga dan antena pemancar di bawah kulit. Secara teknis, perangkatnya berfungsi dengan baik tanpa membahayakan si kucing.

Namun, proyek ini gagal karena kucing sulit dikendalikan dan sering menyimpang dari target. Setelah tiga tahun, proyek ini dihentikan pada 1967.

3. Ikan Lele

Gagal dengan kucing, CIA mengembangkan ikan lele buatan bernama Charlie dan Charlene. Dirancang oleh divisi teknologi canggih, ikan ini dibuat sangat menyerupai ikan asli dan dikendalikan dari jarak jauh. 

Dia dapat menyusup ke perairan untuk mengambil sampel dan mendeteksi zat-zat berbahaya seperti racun atau radiasi.

Identitas ikan lele asli yang dijadikan model masih belum diketahui hingga kini.

4. Harimau

Dalam upaya memantau pergerakan pasukan Viet Cong saat Perang Vietnam, CIA menciptakan sensor getaran super sensitif yang mampu mendeteksi langkah kaki hingga 300 meter jauhnya.

Untuk menyamarkan alat ini di alam liar, mereka menyulapnya agar menyerupai kotoran harimau—binatang yang memang hidup di hutan Vietnam.

Meskipun terdengar aneh, cara ini efektif dalam menyembunyikan perangkat dari pengamatan musuh.

5. Tikus

CIA memanfaatkan tikus mati yang diawetkan sebagai tempat menyembunyikan barang-barang penting seperti uang atau dokumen rahasia.

Tikus tersebut dibedah, diisi dengan isi rahasia, lalu dijahit kembali. Karena kebanyakan orang enggan menyentuh bangkai, metode ini tergolong aman.

Namun, kucing liar sering kali membawa tikus-tikus itu pergi.

Untuk mencegah hal ini, tikus kemudian dilumuri minyak pahit agar tidak dimakan kucing.

Penggunaan hewan dalam spionase menunjukkan betapa luas dan uniknya pendekatan dunia intelijen.

Beberapa metode terbukti efektif, sementara lainnya justru menjadi pelajaran akan keterbatasan hewan dalam dunia mata-mata. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#tikus #kucing #ikan lele #cia #kgb #merpati #Misi #harimau #agen rahasia