RADARTUBAN - Pihak kepolisian kembali mengajukan permintaan surat perintah untuk melakukan penggeledahan dan penyitaan dalam penyelidikan terhadap Chairman HYBE, Bang Si-hyuk.
Dia diduga terlibat dalam manipulasi transaksi saham senilai 400 miliar Won (sekitar US$295 juta), atau setara dengan Rp 4,73 triliun berdasarkan kurs Rp 11,84 per Won.
Mengutip laporan dari The Korea Times, sumber dari kepolisian dan otoritas hukum menyebutkan pada Minggu (1/6) bahwa unit kejahatan keuangan dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul telah mengajukan permohonan tersebut ke Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul sehari sebelumnya.
Para penyidik tengah berupaya mengakses dokumen dari Bursa Korea, Layanan Keuangan Korea (FSS), serta beberapa perusahaan sekuritas guna melacak aliran transaksi keuangan.
Saat ini, Divisi Investigasi Gabungan untuk Kejahatan Keuangan dan Sekuritas, yang diketuai oleh Jaksa Ahn Chang-joo, sedang mempertimbangkan apakah permintaan tersebut akan dikabulkan.
Bang diduga telah melanggar Undang-Undang Pasar Modal dengan memberikan informasi yang menyesatkan kepada para pemegang saham, seolah-olah HYBE tidak memiliki rencana untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO).
Hal ini mendorong para pemegang saham tersebut untuk menjual saham mereka.
Namun, menurut otoritas, Bang tetap melanjutkan proses IPO dan meraup keuntungan sekitar 400 miliar Won dari tindakan tersebut.
Polisi telah menyelidiki kasus ini sejak Desember tahun lalu, namun permohonan awal mereka untuk surat perintah penggeledahan sempat ditolak oleh kejaksaan pada akhir April.
Di sisi lain, FSS juga tengah melakukan penyelidikan terpisah dan berencana untuk segera menyerahkan kasus Bang secara resmi ke Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul.
HYBE Membantah Tuduhan
Di sisi lain, HYBE menolak tuduhan melakukan pelanggaran hukum.
Dalam pernyataannya, mereka menyatakan bahwa seluruh transaksi dilakukan sesuai ketentuan hukum dan telah melalui proses tinjauan hukum yang menyeluruh.
Kasus ini mencuat di tengah antisipasi kembalinya BTS sebagai grup penuh, yang telah lama ditunggu-tunggu oleh para penggemar.
Walaupun isu ini berkaitan dengan aspek finansial perusahaan, kekhawatiran pun muncul mengenai kemungkinan dampaknya terhadap comeback BTS.
Grup yang terdiri dari tujuh personel ini tengah bersiap untuk berkumpul kembali, kemungkinan pada akhir tahun 2025.
Dengan seluruh anggota dijadwalkan menyelesaikan wajib militer mereka paling lambat pada 21 Juni—tanggal di mana Suga dijadwalkan keluar dari dinas militer.
Dalam kasus terpisah, kantor pusat HYBE di Yongsan, Seoul, baru-baru ini digeledah oleh jaksa terkait dugaan perdagangan orang dalam yang melibatkan mantan eksekutif perusahaan.
Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul saat ini tengah menyelidiki seorang mantan eksekutif keuangan, yang diidentifikasi dengan inisial A, atas dugaan penggunaan informasi internal untuk membeli saham YG Plus—anak perusahaan YG Entertainment—pada tahun 2021.
Sebelum HYBE secara resmi mengumumkan investasinya. A diduga meraih keuntungan ilegal sebesar 240 juta won dari transaksi tersebut.
HYBE menyatakan bahwa mereka telah bekerja sama secara aktif dengan pihak berwenang dan telah menyerahkan dokumen yang diminta.
Perusahaan juga menegaskan bahwa individu yang terlibat sudah tidak lagi menjadi bagian dari HYBE. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama