RADARTUBAN – Kebocoran data pelanggan yang menimpa Coinbase, salah satu bursa kripto terbesar dunia, diketahui telah terjadi sejak Januari 2025.
Insiden ini melibatkan perusahaan outsourcing asal AS, TaskUs, yang memiliki basis operasional di India.
Potensi kerugian akibat pelanggaran keamanan tersebut diperkirakan mencapai US$400 juta atau sekitar Rp 6,4 triliun.
Mengutip laporan eksklusif Reuters, enam sumber yang memahami kasus ini menyebut bahwa Coinbase sudah mengetahui insiden tersebut sejak awal tahun.
Salah satu aspek utama dari pelanggaran ini terungkap dalam pengajuan Coinbase ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) pada 14 Mei 2025.
Baca Juga: Jangan Tertipu! Malware Berkedok Video AI di TikTok, Bisa Curi Password hingga Data Kripto
Dalam pengajuan tersebut, disebutkan seorang karyawan TaskUs secara diam-diam mengambil foto layar kerja menggunakan ponsel pribadi.
Tindakan ini diduga menjadi awal dari kebocoran data yang kemudian dijual kepada peretas oleh oknum tersebut bersama kaki tangannya, dengan imbalan suap.
Tiga mantan karyawan TaskUs dan satu narasumber mengungkapkan bahwa insiden terjadi di kantor TaskUs di Indore, India.
Coinbase langsung diinformasikan mengenai pelanggaran tersebut. Imbasnya, lebih dari 200 karyawan TaskUs diberhentikan, langkah yang kemudian mendapat sorotan dari media lokal India.
Dalam pernyataan resminya, Coinbase menyebutkan bahwa insiden ini terkait "agen pendukung luar negeri", tanpa menyebut nama TaskUs secara langsung.
Sementara itu, TaskUs mengakui telah memecat dua karyawannya awal tahun ini karena mengakses data secara ilegal dari salah satu klien.
“Kami yakin kedua individu ini adalah bagian dari kampanye kejahatan siber yang lebih besar dan terorganisir, yang juga menyasar penyedia layanan lainnya dari klien kami,” ujar perwakilan TaskUs.
Coinbase menyatakan baru menyadari skala ancaman sebenarnya setelah menerima permintaan pemerasan pada 11 Mei.
Selanjutnya, yang mengindikasikan bahwa kebocoran data ini adalah bagian dari kampanye peretasan yang lebih luas.
Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi soal penangkapan pelaku. Pihak kepolisian di Indore juga belum memberikan keterangan resmi. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama