Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tewaskan Tokoh Militer Penting, Iran Luncurkan Ratusan Rudal ke Tel Aviv sebagai Serangan Balasan

Bihan Mokodompit • Sabtu, 14 Juni 2025 | 16:04 WIB
Iran kirim ratusan rudal sebagai serangan balasan pada Israel
Iran kirim ratusan rudal sebagai serangan balasan pada Israel

RADARTUBAN - Iran resmi meluncurkan serangan balasan ke Tel Aviv dengan menembakkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel pada Sabtu (14/6).

Tindakan ini menjadi respons atas serangan udara Israel yang menewaskan sejumlah tokoh militer penting Iran.

Ketegangan antara kedua negara pun meningkat tajam di tengah situasi kawasan yang semakin tidak menentu.

 

Menurut laporan kantor berita resmi Iran, IRNA, operasi pembalasan ini diawali dengan peluncuran ratusan rudal balistik dari berbagai jenis.

"Beberapa saat yang lalu, dengan peluncuran ratusan rudal balistik berbagai jenis menuju wilayah pendudukan, operasi tanggapan tegas terhadap serangan brutal rezim Zionis telah dimulai," tulis IRNA.

Asap hitam membubung tinggi di langit Tel Aviv. Sirine darurat berbunyi keras, memperingatkan warga Israel untuk segera mencari perlindungan.

Ledakan besar terdengar di Tel Aviv dan Yerusalem.

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) juga mengonfirmasi serangan tersebut.

"Beberapa saat yang lalu, IDF mengidentifikasi peluncuran rudal dari Iran menuju wilayah Negara Israel," bunyi pernyataan IDF.

Pemerintah Israel langsung memerintahkan warganya untuk berlindung.

"Masyarakat harus masuk ke tempat perlindungan yang aman dan tetap berada di sana hingga pemberitahuan lebih lanjut," tulis IDF dalam siaran resmi.

Sistem pertahanan udara Israel dikerahkan untuk mencegat serangan rudal yang datang dari Iran.

Media Iran melaporkan bahwa sejumlah pejabat tinggi militer menjadi korban dalam serangan Israel sebelumnya.

Korban tersebut termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bagheri, dan Komandan Garda Revolusi, Hossein Salami. Keduanya dilaporkan gugur dalam serangan tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bergerak cepat dengan menunjuk para pengganti.

Seorang penasihat senior Khamenei turut dilaporkan terluka. Sebelumnya, Khamenei sempat memberikan peringatan keras kepada Israel.

"Israel akan menghadapi nasib pahit dan menyakitkan atas serangan ke Iran," ujarnya.

 

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut serangan rudal yang diluncurkan Iran merupakan deklarasi perang terhadap Israel.

Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Iran akan membuat musuh menyesali tindakan mereka.

"Iran akan membuat musuh menyesali tindakan bodohnya," tegas Pezeshkian di hadapan media.

 

Sebelum Iran meluncurkan serangan balasan ke Tel Aviv, Israel juga mendapat serangan dari wilayah Yaman.

Menurut militer Israel, rudal tersebut jatuh di dalam kota Hebron, wilayah Tepi Barat yang saat ini masih diduduki Israel.

Surat kabar Israel Haaretz mengutip pernyataan petugas medis lokal yang mengatakan bahwa tiga anak Palestina terluka akibat serangan tersebut.

 

Situasi di Timur Tengah kini memasuki fase paling tegang dalam beberapa tahun terakhir.

Serangan balasan ke Tel Aviv oleh Iran, serta rentetan peristiwa yang menyertainya, menjadi bukti nyata bahwa eskalasi militer di kawasan tersebut dapat memicu konflik regional yang lebih luas.

Masyarakat internasional kini menyerukan deeskalasi dan langkah diplomasi guna mencegah perang skala penuh antara kedua negara. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#tokoh militer #serangan balasan #rudal #iran #tel aviv #Israel