Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tesla Bangun Pembangkit Listrik Baterai Skala Jaringan Terbesar di China dengan Investasi Rp 8,9 Triliun

Nadia Nafifin • Sabtu, 21 Juni 2025 | 17:47 WIB
Tesla bangun pembangkit listrik baterai skala jaringan terbesar di China
Tesla bangun pembangkit listrik baterai skala jaringan terbesar di China

RADARTUBAN - Tesla telah mengumumkan penandatanganan kesepakatan untuk membangun fasilitas pembangkit listrik berbasis baterai skala jaringan pertamanya di Tiongkok.

Proyek ini diperkirakan akan menjadi yang terbesar di negara tersebut setelah selesai.

Informasi ini dibagikan langsung oleh Tesla melalui akun resminya di platform media sosial Tiongkok, Weibo.

Perusahaan milik Elon Musk itu menyatakan bahwa proyek ini akan menjadi sistem penyimpanan energi cerdas yang dirancang untuk menstabilkan keseimbangan antara pasokan dan permintaan listrik di wilayah perkotaan.

“Pembangkit penyimpanan energi di sisi jaringan adalah pengatur pintar untuk kelistrikan kota yang dapat menyesuaikan sumber daya jaringan secara fleksibel,” tulis Tesla, dikutip dari CNBC, Sabtu (21/6).

“Diharapkan dapat secara efektif mengatasi tekanan pasokan listrik perkotaan serta menjamin permintaan listrik yang aman, stabil, dan efisien,” tambahnya.

Menurut laporan dari media China Yicai yang dikutip oleh Reuters, nilai investasi untuk proyek ini mencapai sekitar 4 miliar yuan atau setara dengan 556 juta dolar AS (sekitar Rp 8,9 triliun).

Kesepakatan pembangunan ini ditandatangani oleh Tesla bersama dengan pemerintah lokal Shanghai serta perusahaan pembiayaan China, Kangfu International Leasing.

Langkah ini mencerminkan komitmen besar Tesla dalam berinvestasi, meskipun hubungan dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat sedang menegang.

Ketegangan tersebut dipicu oleh kebijakan tarif impor yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump terhadap berbagai produk asal Tiongkok.

Namun demikian, permintaan akan sistem penyimpanan energi berkapasitas besar di Tiongkok terus bertambah, sejalan dengan pertumbuhan sektor energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin yang bersifat tidak stabil.

Tesla menjadikan pabrik baterainya di Shanghai sebagai pusat produksi utama untuk Megapack, yakni baterai berukuran besar yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan energi berskala utilitas.

Pada kuartal pertama tahun 2025, lebih dari 100 unit Megapack telah diproduksi dari fasilitas ini.

Setiap unit memiliki kapasitas menyuplai listrik sebesar 1 megawatt selama empat jam.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Tesla, harga satu unit Megapack di Amerika Serikat mendekati 1 juta dolar AS, meskipun harga untuk pasar Tiongkok belum diumumkan secara resmi.

Selain digunakan di dalam negeri, Megapack dari Shanghai juga telah dikirim ke pasar Eropa dan Asia untuk memenuhi permintaan energi global.

Pasar penyimpanan energi di Tiongkok saat ini dikuasai oleh dua perusahaan besar dalam negeri, yaitu Contemporary Amperex Technology Co.

Limited (CATL) dan BYD. CATL bahkan menguasai sekitar 40 persen pangsa pasar global.

Menurut Reuters, perusahaan ini juga diperkirakan akan menjadi pemasok sel dan modul baterai untuk Megapack buatan Tesla.

Sementara itu, pemerintah Tiongkok menargetkan peningkatan kapasitas listrik berbasis baterai sebesar 5 gigawatt hingga akhir tahun 2025, dengan total kapasitas yang dituju mencapai 40 gigawatt.

Berdasarkan data dari International Energy Agency (IEA), kapasitas sistem penyimpanan energi global yang menggunakan baterai mengalami peningkatan sebesar 42 gigawatt sepanjang tahun 2023, hampir dua kali lipat dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya.

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#pembangkit listrik #tesla #elon musk #China #baterai