RADARTUBAN - Apple kembali menjadi sorotan publik, kali ini bukan karena peluncuran produknya yang revolusioner, melainkan gugatan hukum dari pemegang saham sendiri.
Gugatan ini menuding Apple menyesatkan investor mengenai kemampuan dan jadwal peluncuran teknologi kecerdasan buatan, Apple Intelligence yang dijanjikan hadir di iPhone 16.
Gugatan ini diajukan di pengadilan federal San Francisco dan menyebut bahwa Apple terlalu optimistis dalam promosinya.
Keoptimisan tersebut tidak dibarengi dengan adanya versi final dari fitur diumumkan pada konferensi WWDC 2024.
Hasilnya Apple Intelligence serta fitur utama Siri yang baru ditunda hingga 2026 yang membuat kekecewaan publik meningkat. Karenanya, saham Apple tercatat turun hampir 25 persen sejak akhir 2024.
CEO Tim Cook dan dua pejabat keuangan Apple lain turut diseret dalam kasus yang kini mencuat.
Mereka dianggap bertanggung jawab karena tidak mengkomunikasikan keterlambatan tersebut secara transparan kepada investornya.
Ini bukan satu-satunya masalah hukum Apple saat ini. Perusahaan asal Cupertino tersebut tengah dalam konflik berkelanjutan dengan Epic Games terkait kebijakan App Store.
Selain itu, Apple juga menghadapi gugatan dari pembeli iPhone 16 yang merasa tertipu terkait kecanggihan perangkatnya.
Bahkan, lembaga yang mengurusi periklanan Amerika Serikat telah memperingatkan Apple untuk berhenti mempromosikan fitur AI yang belum tersedia.
Saat ini, Apple berada di bawah tekanan besar untuk memulihkan kembali kepercayaan publik.
Banyak yang berharap raksasa teknologi ini belajar dari situasi ini dan tidak hanya sekadar menjanjikan inovasi, tapi juga memastikan realisasinya tepat waktu. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama