Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Mulai 22 Juli, Kreator YouTube di Bawah 16 Tahun Dilarang Live Streaming Tanpa Pendamping

Nadia Nafifin • Senin, 30 Juni 2025 | 18:47 WIB
Ilustrasi platform Youtube yang terus update fitur baru.
Ilustrasi platform Youtube yang terus update fitur baru.

RADARTUBAN - YouTube akan menerapkan peraturan baru yang lebih tegas bagi kreator remaja, terutama yang melakukan siaran langsung di platform milik Google tersebut.

Mulai 22 Juli 2025, kreator remaja harus berusia setidaknya 16 tahun untuk dapat melakukan live streaming secara independen di YouTube.

Kebijakan ini diumumkan melalui laman resmi YouTube Help dan akan diterapkan secara global.

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk melindungi pengguna di bawah umur dan menciptakan lingkungan yang lebih aman di platform.

Sebelumnya, YouTube telah membatasi siaran langsung untuk pengguna di bawah 13 tahun, tetapi mulai Juli ini, batas usia diperluas menjadi 16 tahun.

Mulai Juli 2025, kreator berusia 13 hingga 15 tahun hanya diperbolehkan tampil dalam siaran langsung jika didampingi oleh orang dewasa yang jelas terlihat di layar.

Meskipun aturan ini tampak ketat, YouTube masih memberikan peluang bagi remaja untuk melakukan siaran langsung.

Pengguna di bawah 16 tahun dapat tetap live dari akun mereka sendiri dengan syarat:

- Mengizinkan orang dewasa sebagai editor, manajer, atau pemilik kanal;

- Orang dewasa tersebut harus memulai siaran melalui Live Control Room;

- Dan harus terlihat aktif dalam siaran, bukan hanya hadir di belakang layar.

YouTube menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya soal teknis, tetapi untuk memastikan adanya keterlibatan dan pengawasan nyata dari orang dewasa dalam konten yang melibatkan anak atau remaja.

Jika tampil sendirian, fitur live chat akan dimatikan dan siaran langsung berisiko dihapus dari platform.

YouTube juga menjelaskan bahwa akun yang melanggar aturan dapat dilarang melakukan siaran langsung untuk sementara waktu.

Jika pelanggaran berulang, akses live streaming bisa dicabut secara permanen, bahkan jika beralih ke akun lain.

"YouTube akan menghapus live stream yang melanggar aturan ini, dan akun tersebut bisa kehilangan akses untuk live streaming. Bahkan jika pengguna mencoba siaran dari akun lain, bisa jadi akun barunya juga akan dihentikan," tulis YouTube dalam pengumuman resminya.

Bukan Perubahan Tiba-tiba

Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan YouTube untuk melindungi anak di bawah umur di platformnya.

Sejak Februari 2025, Google telah mengumumkan penerapan machine learning untuk memperkirakan usia sebenarnya pengguna, terutama untuk mendeteksi mereka yang memalsukan tanggal lahir saat mendaftar.

Dengan sistem ini, YouTube dapat secara proaktif memeriksa konten dan akun untuk memastikan kepatuhan terhadap kebijakan usia.

“Kami memperkenalkan perubahan ini sebagai bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan online yang aman bagi semua pengguna, terutama anak-anak dan remaja,” jelas tim YouTube dalam pernyataannya.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi risiko pelecehan, eksploitasi, dan konten tidak pantas yang mungkin terjadi saat anak di bawah umur melakukan live streaming tanpa pengawasan.

Mengingat sifat real-time live streaming yang sulit dimoderasi secara instan, kehadiran orang dewasa dianggap penting untuk pengawasan langsung.

Dengan batas usia yang dinaikkan dan kewajiban pendampingan, YouTube ingin mencegah penyalahgunaan fitur live serta menjaga keselamatan kreator remaja dan penonton.

Namun, aturan ini bisa menjadi tantangan bagi YouTuber berusia 13–15 tahun yang sudah memiliki banyak penggemar dan rutin melakukan live streaming.

Tanpa pendampingan orang dewasa, kreator remaja berusia 13–15 tahun berisiko kehilangan akses ke fitur interaktif seperti live chat dan kemampuan untuk live streaming secara mandiri.

Pembatasan ini dapat mengurangi engagement, terutama jika mereka tidak memiliki orang dewasa yang dapat mendampingi atau mengelola kanal.

Sejumlah kreator dan komunitas menilai aturan ini terlalu seragam dan tidak mempertimbangkan tingkat kematangan atau pengalaman digital individu.

Namun, YouTube tampaknya memprioritaskan pendekatan kolektif untuk perlindungan, daripada mengevaluasi kasus secara individu. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#live #kreator #youtube #remaja #google #anak