Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Bus Tim Pemuncak Liga China, Beijing Guoan Disita karena Utang: Pemain Terpaksa Sewa Sepeda

Bihan Mokodompit • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:21 WIB
Para pemain klub salah satu peserta liga China, Beijing Guoan.
Para pemain klub salah satu peserta liga China, Beijing Guoan.

RADARTUBAN - Bus tim Beijing Guoan disita karena utang induk perusahaannya yang menumpuk.

Kejadian ini membuat para pemain klub pemuncak klasemen Liga Super China (CSL) terpaksa pulang dari latihan dengan menyewa sepeda bersama.

Induk Perusahaan Terkendala Utang Triliunan Rupiah

Beijing Guoan berada dalam situasi sulit setelah induk perusahaannya, Sinobo Group, mengalami krisis keuangan.

Perusahaan real estat tersebut dilaporkan memiliki utang lebih dari 3,68 miliar yuan, setara dengan Rp8,3 triliun.

Sinobo Group yang memegang 64 persen saham klub, menjadi pusat perhatian setelah bus tim resmi Beijing Guoan disita karena utang.

Pada Jumat (27/06/2025), media sosial di China ramai membagikan foto bus tim yang tengah diderek, lengkap dengan segel dari Pengadilan Menengah Rakyat Beijing.

Hal ini menjadi simbol keterpurukan finansial meski Guoan sedang dalam performa terbaik di lapangan.

Pemain Asing Gunakan Sepeda Menuju Pulang

Dalam gambar lainnya yang beredar, tampak tiga pemain asing Beijing Guoan menyewa sepeda setelah sesi latihan.

Mereka terlihat masih mengenakan seragam latihan saat meninggalkan kompleks, menggambarkan betapa mendesaknya krisis transportasi yang dialami klub saat ini.

Meski bus tim Beijing Guoan disita karena utang, semangat para pemain tidak surut.

Gaya sederhana ini justru mendapat simpati dari publik yang mengikuti perkembangan klub melalui media sosial.

Guoan Tetap Perkasa di Tengah Krisis

Di tengah tekanan non-teknis, Beijing Guoan tetap menunjukkan dominasi di paruh musim Liga Super China 2025.

Klub yang bermarkas di Ibu Kota Tiongkok ini belum terkalahkan dalam 15 laga, dengan torehan 10 kemenangan dan 5 hasil imbang.

Guoan memuncaki klasemen CSL berkat keunggulan selisih gol atas Shanghai Shenhua.

Keputusan manajemen mendatangkan Quique Setién, mantan pelatih Barcelona, sebagai pelatih kepala tampaknya berdampak besar.

Tak hanya itu, Guoan juga aktif di bursa transfer dengan merekrut tujuh pemain utama demi memperkuat skuad.

 Baca Juga: Jerman Ancam DeepSeek: Aplikasi AI China Terancam Didepak dari Apple & Google Store!

Krisis Finansial di CSL Bukan Hal Baru

Kasus Beijing Guoan disita karena utang menambah daftar panjang krisis finansial yang menghantam kasta tertinggi sepak bola Tiongkok.

Sejak liga ini digulirkan, tercatat 18 dari 30 gelar liga dimenangkan oleh klub-klub yang kini sudah bubar.

Kasus paling menghebohkan terjadi pada Guangzhou FC. Klub yang sempat delapan kali menjuarai CSL ini kolaps pada 2021 akibat krisis keuangan pemiliknya, Evergrande Group.

Setelah kehilangan para bintang dan terdegradasi pada 2022, Guangzhou FC akhirnya dibubarkan pada Januari 2025 setelah dikeluarkan dari liga karena gagal membayar utang.

Refleksi Ironi di Sepak Bola Tiongkok

Kondisi di balik pencapaian Beijing Guoan menunjukkan ironi sepak bola profesional Tiongkok.

Di satu sisi, klub tetap berambisi meraih gelar; di sisi lain, fondasi finansialnya rapuh.

Momen saat bus tim Beijing Guoan disita karena utang menjadi pengingat bahwa pengelolaan keuangan dalam sepak bola tak kalah penting dari strategi di lapangan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#sepeda #beijing #bola #disita #liga super china