Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Presiden FIA Dorong Formula 1 Kembali ke Mesin V8 Hybrid Mulai 2029

Andika Julia Perdana Putra • Rabu, 9 Juli 2025 | 18:45 WIB
Formula 1 direncanakan akan kembali menggunakan mesin V8
Formula 1 direncanakan akan kembali menggunakan mesin V8

RADARTUBAN - Presiden organisasi balap mobil dunia, Mohammed Ben Sulayem mengungkapkan keinginannya untuk kembali menggunakan mesin V8 di Formula 1 yang diklaim jauh lebih murah mulai tahun 2029.

Pernyataan ini dia ungkapkan saat berlangsungnya GP Inggris pada akhir pekan lalu.

Menurut Ben Sulayem, konfigurasi mesin saat ini terlalu rumit serta boros biaya.

Pasalnya biaya riset dan pengembangan mesin saat ini mampu menembus angka $200 juta. Sedangkan harga satu unit mesin dapat mencapai $2 juta.

Mahalnya biaya tersebut dinilai dapat dikurangi dengan kembali menggunakan mesin konfigurasi V8 dengan sistem hybrid yang ringan.

Peralihan ini dikatakan dapat menjadi solusi yang relevan serta efisien untuk digunakan dimasa depan.

"Kita membutuhkan waktu tiga tahun, jadi mudah-mudahan pada tahun 2029 kami memiliki sesuatu di sana," kata Ben Sulayem dilansir dari Autosport.

Meskipun Presiden FIA tersebut memiliki keinginan kembali ke mesin V8, tetapi keputusan terkait perubahan konfigurasi mesin diputuskan oleh FIA bersama Liberty Media selaku pemenang hak komersial F1 dan para pemasok mesin.

Sebelumnya Ben Sulayem juga meminta F1 kembali ke konfigurasi mesin V10 Tetapi setelah melihat mesin V8 dengan sistem Hybrid, pria asal UEA itu menilai mesin V8 lebih masuk akal untuk digunakan oleh Formula 1.

Selain soal mesin, Ben Sulayem juga menyinggung mengenai potensi hadirnya tim ke-12 di Formula 1.

Setelah menggaet pabrikan asal Amerika Serikat, yakni GM Cadillac, ambisi Ben Sulayem kini tertuju pada Negeri Tirai Bambu.

Dia menginginkan pabrikan asal Tiongkok untuk bergabung dengan Formula 1, kendati hingga saat ini tidak ada proposal resmi yang diajukan.

Apalagi proses masuknya tim baru ke F1 bukanlah sebuah hal yang mudah dilakukan. Selain ketatnya proses pendaftaran, setiap tim baru juga diwajibkan untuk memberi nilai tambah ke Formula 1 itu sendiri.

Meskipun belum jelas apakah ada pabrikan asal Tiongkok yang berminat masuk ke F1, tetapi langkah ini mencerminkan keinginan FIA untuk terus menjangkau Formula 1 ke lebih banyak audiens sekaligus membuka peluang bertumbuhan bisnis mereka di pasar Tiongkok. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#Presiden FIA #gp inggris #F1 #mesin V8 #organisasi balap mobil dunia #hybrid #Formula 1 #Mohammed Ben Sulayem