RADARTUBAN – Bayangkan sebuah jalan raya yang begitu luas, hingga tampak seperti lautan aspal tanpa batas.
Di Houston, Texas, Amerika Serikat, mimpi itu menjadi nyata melalui Katy Freeway (Interstate 10) — yang dikenal luas sebagai jalan terluas di dunia.
Katy Freeway memiliki total 26 lajur di titik tertentu, menjadikannya bukan hanya ikon transportasi Amerika, tapi juga simbol ambisi infrastruktur modern.
Dari jumlah itu, 18 lajur digunakan khusus untuk jalan bebas hambatan, sementara sisanya terdiri dari jalan frontage (jalan samping), jalur HOV (High-Occupancy Vehicle), serta jalur khusus bus dan kendaraan darurat.
Mega Jalan Bebas Hambatan: Fakta Menarik Katy Freeway
Lokasi: Houston, Texas
Nama Resmi: Interstate 10 (I-10), segmen Katy Freeway
Panjang Total: 261 mil (sekitar 420 km)
Jumlah Lajur Maksimum: 26 lajur (dengan 18 lajur utama jalan tol)
Proyek Perluasan: Proyek perluasan besar-besaran dimulai awal 2000-an dan selesai pada 2008, dengan anggaran lebih dari $2,8 miliar.
Meski ada jalan lain di berbagai belahan dunia yang juga memiliki banyak lajur — seperti Highway 401 di Toronto, Kanada — namun Katy Freeway tetap menyandang gelar jalan terluas di dunia.
Hal ini berdasarkan konfigurasi aktual yang bisa mencapai 26 jalur lalu lintas sejajar di segmen tertentu, menjadikannya rekor global menurut Guinness World Records dan berbagai referensi infrastruktur global.
Houston dikenal sebagai kota dengan budaya mengemudi yang sangat dominan, dan kemacetan yang kronis di masa lalu mendorong pemerintah negara bagian Texas untuk melebarkan jalur ini secara masif.
Tujuannya: mengurai kemacetan, mempercepat mobilitas, dan mengantisipasi lonjakan volume kendaraan di masa depan.
Namun menariknya, beberapa studi urban dan transportasi justru menyebut bahwa pelebaran jalan tol justru memperparah kemacetan dalam jangka panjang — fenomena yang dikenal sebagai induced demand.
Hal ini menjadikan Katy Freeway tidak hanya sebagai keajaiban teknik sipil, tapi juga studi kasus kontroversial dalam perencanaan kota modern. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni