Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Grok 4 Milik Tuai Kritik, Chatbot Dinilai Cerminkan Pandangan Pribadi Elon Musk

Andika Julia Perdana Putra • Sabtu, 12 Juli 2025 | 23:38 WIB
Chatbot AI milik Elon Musk yang menuai kontroversi karena responya.
Chatbot AI milik Elon Musk yang menuai kontroversi karena responya.

RADARTUBAN - Milyarder asal Amerika Serikat, Elon Musk kembali menarik perhatian dengan menghadirkan Grok 4, model chatbot terbaru dari perusahaan miliknya yakni xAI.

Diperkenalkan sebagai AI pencari kebenaran maksimal, Grok 4 justru menuai kritik karena dianggap lebih mencerminkan pandangan pribadi Musk dibandingkan memberikan jawaban yang objektif.

Dilansir dari TechSpot, beberapa pengguna yang telah mencoba Grok 4 melaporkan bawah chatbot tersebut sangat bergantung pada pernyataan dan unggahan Elon Musk di media sosial.

Hal ini semakin terlihat ketika Grok 4 diberi pertanyaan terkait isu-isu kontroversial.

Sebagai contoh saat diberikan sebuah pertanyaan mengenai konflik Palestina-Israel, Grok hanya menjawab secara singkat dengan kata 'Israel', kemudian membenarkan jawabannya berdasarkan pandangan dari Elon Musk.

Bahkan sebelumnya Grok juga sempat dicemooh karena memunculkan respon yang kontroversial.

Dalam satu kasus, Grok sempat mendeskripsikan dirinya sebagai 'MechaHitler' yang jelas memicu kekhawatiran banyak orang.

Respons Grok tersebut berdampak pada CEO X, Linda Yaccarino yang mengundurkan diri tak lama setelah kegaduhan itu.

Meskipun kontroversial, Grok 4 dikabarkan menunjukkan peningkatan dalam berbagai pengujiann teknis.

Model ini diklaim mengungguli kompetitornya seperti ChatGPT dan Gemini.

Tetapi banyak pihak tetap menyoroti kurangnya transparansi dari xAI mengenai dokumentasi teknis dari Grok 4.

Tidak adanya dokumentasi maupun penjelasan sistem yang dirilis ke publik membuat cara kerja sistem Grok 4 menjadi sebuah pertanyaan.

Saat membahas topik ringan, Grok cenderung lebih netral dan objektif. Tetapi hal berbeda dilakukan Grok ketika tengah membahas iso seperti geopolitik.

Chatbot tersebut lebih sering menyajikan pandangan Elon Musk dibandingkan menyajikan informasi dengan sudut pandang yang seimbang.

Meskipun semakin canggih AI semakin mempermudah kehidupan manusia, kontroversi Grok menjadi contoh penting bahwa ketika AI terlalu dekat dengan ideologi tertentu beresiko menimbulkan dampak yanguas baik secara sosial maupun etis. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#kontroversial #elon musk #Chatbot AI #Israel #grok 4 #xAI