Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tempe Tembus Dunia! Startup Inggris Ini Raup Rp 29 Miliar Berkat Tahu Fermentasi Khas Indonesia

Tulus Widodo • Minggu, 20 Juli 2025 | 21:12 WIB

 

Tiba Tempeh Buktikan Tempe Bisa Go Global
Tiba Tempeh Buktikan Tempe Bisa Go Global

RADARTUBAN – Siapa sangka tempe, makanan tradisional Indonesia yang selama ini identik dengan lauk rumahan, kini jadi primadona baru di pasar global? Adalah Tiba Tempeh, startup asal Inggris yang sukses mengangkat tempe ke level internasional lewat inovasi produk dan strategi branding modern yang menyasar gaya hidup sehat dan ramah lingkungan.

Dalam satu tahun terakhir, penjualan Tiba Tempeh melejit hingga 736%, membuatnya kebanjiran investor.

Terbaru, startup ini mengamankan pendanaan sebesar £1,1 juta atau setara Rp 29 miliar dari Maven Capital Partners dan Northern Powerhouse Investment Fund II, yang turut didukung British Business Bank.

Dana segar ini akan dimanfaatkan untuk memperluas ekspansi pasar dan pengembangan varian produk berbasis tempe di tahun 2025.

Tiba Tempeh didirikan oleh pasangan Alexandra dan Ross Longton pada tahun 2019.

Misi mereka sejak awal sederhana namun revolusioner: memperkenalkan tempe ke publik Eropa bukan sebagai makanan asing, tapi sebagai alternatif protein nabati yang sehat, lezat, dan mudah diolah.

Melalui akun Instagram resmi mereka, @tibatempeh, duo pendiri ini aktif mengedukasi publik soal manfaat tempe.

Mereka rutin mengunggah resep-resep kreatif seperti tempe burger, tempe sandwich, hingga olahan fusion khas Eropa yang menyesuaikan selera lokal—tanpa meninggalkan akar otentiknya.

Tak hanya mengandalkan toko daring, produk tempe mereka kini telah tersedia di sejumlah jaringan ritel besar Inggris seperti Sainsbury’s, Morrisons, dan Ocado.

Bahkan, Tiba Tempeh sudah mulai memasuki pasar Spanyol dan Perancis melalui kerja sama dengan distributor lokal.

Hal ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, kearifan lokal seperti tempe bisa menjadi bintang di pasar internasional, terutama di tengah tren diet nabati dan keberlanjutan lingkungan yang kian mendunia.

Tiba Tempeh tak hanya menjual makanan—mereka membawa misi besar: menjadikan tempe sebagai alternatif daging yang rendah emisi, etis, dan berkelanjutan.

Dengan mengusung nilai-nilai keberlanjutan dalam tiap tahap produksi, startup ini menjadi pionir dalam menggabungkan warisan kuliner Nusantara dengan semangat eco-friendly global.

“Tempe bukan hanya makanan, tapi simbol solusi masa depan yang berakar dari tradisi,” ujar Alexandra dalam salah satu wawancara media lokal Inggris.

Jika diolah lebih lanjut oleh UMKM lokal, kisah Tiba Tempeh ini bisa jadi inspirasi konkret: bahwa makanan tradisional Indonesia punya potensi besar untuk bersaing dan berjaya di panggung dunia—asal dikerjakan dengan strategi yang cerdas dan keberanian keluar dari pakem lama. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#startup #kuliner Indonesia go international #tempe #tempe Indonesia mendunia #makanan sehat #alternatif daging #UMKM #eropa #Ross Longton #Tiba Tempeh