Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Gerhana Matahari Total 2027 Akan Gelapkan Langit Selama 6 Menit, Jadi Fenomena Langka Bagi Bumi

Dalillah Hizkel Aimy • Rabu, 23 Juli 2025 | 02:00 WIB

 

Ilustrasi gerhana matahari total.
Ilustrasi gerhana matahari total.

RADARTUBAN - Dunia akan menyaksikan salah satu fenomena langit paling langka dan spektakuler dalam sejarah modern.

Pada 2 Agustus 2027, gerhana matahari total diprediksi akan menggelapkan sebagian langit di berbagai wilayah dunia, termasuk Eropa Selatan, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Fenomena ini akan berlangsung selama 6 menit 23 detik, menjadikannya gerhana matahari total terlama dalam satu abad terakhir.

Gerhana ini merupakan bagian dari siklus Saros 136, yang dikenal menghasilkan gerhana berdurasi panjang dan dramatis.

Jalur totalitas akan dimulai dari Samudra Atlantik dan bergerak ke arah timur, melintasi negara-negara seperti Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, dan Somalia.

Kota Luxor di Mesir diperkirakan akan mengalami durasi kegelapan terpanjang, menjadikannya lokasi ideal untuk pengamatan langsung.

Mengapa Gerhana Ini Begitu Lama?

Fenomena ini terjadi karena kombinasi langka dari posisi Bumi dan Bulan:

- Bumi berada di aphelion, titik terjauh dari Matahari, membuat Matahari tampak lebih kecil.

- Bulan berada di perigee, titik terdekat dengan Bumi, sehingga tampak lebih besar.

- Kombinasi ini menghasilkan bayangan Bulan yang lebih besar dan lebih lambat, memperpanjang durasi totalitas.

Menurut laporan dari NASA dan para astronom yang dikutip oleh Gulf News, gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 akan menjadi pertunjukan langit yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Gerhana ini bukan hanya panjang, tetapi juga sangat langka.

Ini adalah kesempatan utama bagi para peneliti untuk mempelajari korona Matahari dan dinamika atmosfernya secara langsung.

Pendapat ini menegaskan bahwa gerhana tersebut bukan sekadar tontonan visual, tetapi juga momen penting bagi dunia ilmiah, terutama dalam memahami medan magnet dan radiasi Matahari.

Dengan durasi lebih dari enam menit, para ilmuwan memiliki waktu yang lebih lama dari biasanya untuk melakukan pengamatan dan pengumpulan data. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#spanyol #timur tengah #aljazair #fenomena #gerhana matahari #gelap #langka #maroko