RADARTUBAN - Bayangkan jika harga satu slot parkir di kota Anda bisa menyaingi bahkan melebihi harga rumah mewah.
Kedengarannya tidak masuk akal, tapi itu nyata terjadi di sejumlah kota metropolitan dunia.
Dalam laporan terbaru yang dirilis Spacer, kota-kota seperti New York, Hong Kong, hingga Boston menduduki peringkat teratas dalam daftar biaya parkir termahal di dunia.
Yang mencengangkan, New York memuncaki daftar dengan rata-rata biaya satu slot parkir mencapai US$ 1.476.450 atau setara Rp 24 miliar per tahun!
Sementara itu, Hong Kong tak jauh tertinggal dengan harga US$ 1.121.950, dan Boston di angka US$ 823.751.
Ini jelas bukan sekadar tempat menaruh mobil—slot parkir telah menjadi properti elit.
Berikut adalah daftar 9 kota dengan biaya parkir termahal di dunia, lengkap dengan nominal fantastisnya:
1. New York Amerika Serikat - US$ 1.476.450
2. Hong Kong Hong Kong - US$ 1.121.950
3. Boston Amerika Serikat - US$ 823.751
4. London Inggris - US$ 729.710
5. Sydney Australia - US$ 264.000
6. San Francisco Amerika Serikat - US$ 118.236
7. Paris Prancis - US$ 65.015
8. Melbourne Australia - US$ 57.500
9. Dubai Uni Emirat Arab - US$ 50.363
Di kota-kota urban dengan populasi padat dan ruang terbatas, ruang parkir kini berubah menjadi aset properti bernilai tinggi.
Bahkan, di kota seperti New York atau Hong Kong, memiliki satu slot parkir bisa memberikan imbal hasil investasi lebih tinggi dibanding apartemen studio. Hal ini dipicu oleh:
Tingginya kepadatan kendaraan
Keterbatasan lahan parkir legal
Harga properti yang melambung
Permintaan tinggi dari pemilik kendaraan pribadi
Kenaikan ekstrem harga slot parkir juga mengindikasikan gentrifikasi ruang kota.
Parkir tak lagi dianggap kebutuhan dasar, tetapi status simbol bagi kalangan super kaya.
Fenomena ini sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir, ketika pemilik properti di distrik elite memborong slot parkir dan menyewakannya dengan harga selangit.
Contoh ekstremnya? Slot parkir di distrik The Peak, Hong Kong, sempat dijual hingga US$ 1,3 juta dolar pada 2021—hanya untuk ruang seluas 12 meter persegi.
“Ruang parkir telah berubah dari kebutuhan menjadi bentuk properti spekulatif,” ujar analis urban dari MIT, David Gutierrez. “Di kota seperti New York dan Hong Kong, ini bahkan bisa jadi ladang emas.”
Meski Indonesia belum mencapai level ekstrem seperti New York, sinyal menuju ke sana mulai terasa, terutama di kota-kota seperti Jakarta, Surabaya, atau Bali, yang menghadapi lonjakan kendaraan pribadi dan lahan parkir makin sempit.
Tanpa regulasi tepat, bukan tak mungkin slot parkir jadi barang mewah dalam waktu dekat.
Parkir bukan lagi urusan sekadar tempat berhenti. Di kota-kota tertentu, ini sudah menjadi tanda kelas sosial baru. Siapkah Indonesia menghadapi era parkir seharga rumah? (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni