RADARTUBAN - Setelah pemecatan mendadak Cristian Horner sebagai kepala tim beberapa waktu lalu, Red Bull mengalami perubahan yang signifikan.
Posisi penting tersebut kini digantikan oleh Laurent Mekies yang sebelumnya menjabat sebagai kepala tim Racing Bulls.
Tentu saja keputusan ini mengejutkan banyak pihak, termasuk kepala teknisi Red Bull, Paul Monaghan yang telah bekerja sama dengan Horner selama hampir dua dekade.
"Saya tidak akan mengelak dari kenyataan, itu mengejutkan saya," kata Monaghan.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas kontribusi besar Horner yang telah membawa Red Bull meraih delapan gelar pembalap dan enam gelar konstruktor disepanjang masa kepemimpinannya.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Christian atas semua yang telah ia lakukan secara pribadi untuk saya dan tim ini," tambahnya.
Sekarang tugas berat menanti Laurent Mekies. Dia diharuskan memimpin salah satu tim terkuat di Formula 1 tetapi dengan dinamika politik internal yang sangat kompleks.
Meski begitu, Monaghan mengungkap Mekies adalah sosok yang cerdas sekaligus ramah.
Dan kini seluruh tim harus bersatu dibawah kepemimpinan demi tetap bersaing di papan atas ajang jet darat tersebut.
Salah satu tantangan utama Mekies adalah membuat mobil yang mudah dikemudikan oleh pembalap kedua Red Bull.
Baik Liam Lawson ataupun Yuki Tsunoda masih belum mampu menyamai performa Max Verstappen hingga saat ini.
Pada musim ini keduanya hanya mengumpulkan tujuh poin, jauh tertinggal dari rival-rival utama mereka.
Kendati belum menunjukkan performa meyakinkan, tetapi Monaghan tetap akan mendukung pembalap kedua Red Bull yakni Yuki Tsunoda demi kepentingan tim.
Dengan situasi yang belum kondusif, Red Bull kini ditantang untuk menunjukan performanya ditengah dominasi McLaren yang semakin gahar musim ini. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni