Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Facebook Jadi Platform Paling Tidak Ramah Untuk Aktivis Lingkungan

Andika Julia Perdana Putra • Minggu, 27 Juli 2025 | 22:00 WIB
Meta akan menindak tegas akun yang membagikan konten tidak orisinil maupun tidak berkualitas di Facebook.
Meta akan menindak tegas akun yang membagikan konten tidak orisinil maupun tidak berkualitas di Facebook.

RADARTUBAN - Di tengah meningkatnya pengguna platform digital pada jaman sekarang, muncul sebuah kekhawatiran besar terkait penyalahgunaan platform tersebut khususnya dalam bentuk pelecehan secara daring.

Melansir dari WccfTech, survei yang dilakukan oleh Global Witness, sebuah lembaga nirlaba yang berfokus pada isu lingkungan dan HAM mengungkapkan hal yang mengejutkan.

Dalam survei itu terungkap Facebook menjadi platform paling tidak ramah terhadap aktivis lingkungan.

Survei ini dilakukan terhadap sekitar 200 aktivis lingkungan dari bulan November tahun lalu hingga Maret 2025.

Hasilnya, lebih dari 50 persen responden mengaku pernah menjadi korban pelecehan di Facebook, 36 persen di WhatsApp, dan sekitar 20 persen di Instagram.

Diluar platform Meta, ada X (sebelumnya Twitter) yang juga menjadi tempat pelecehan daring terhadap aktivis lingkungan.

Platform ini kerap digunakan untuk menyebar ancaman, informasi palsu, bahkan untuk membungkam suara kritis.

Laporan tersebut juga menyebut sekitar 90 persen peserta mengalami pelecehan terkait aktivitas advokasi mereka di platform milik Meta itu.

Selebihnya, 70 persen diantaranya bahkan percaya pelecehan yang mereka alami di dunia digital berkontribusi langsung terhadap ancaman yang mungkin mereka alami di dunia nyata.

Pelaku biasanya menggunakan bahasa yang merendahkan dan intimidatif untuk menekan para suara aktivis.

Atas hal ini, Global Witness mendesak Meta untuk mengambil langkah konkret, termasuk memperkuat aturan moderasi konten serta meninjau ulang alogaritma di platform mereka.

Menurut Global Witness media sosial seharusnya menjadi sarana komunikasi yang aman, bukan alat untuk mengintimidasi dan membungkam kebebasan berbicara.

Selain itu, diperlukan juga regulasi dan pengawasan yang ketat agar ruang digital dapat menjadi tempat yang bebas dari kekerasan, terutama bagi mereka yang berjuang demi keadilan sosial dan lingkungan. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#global #whatsapp #Facebook #aktivis lingkungan #ham